Uncategorized

KU-MAN-KU-MAN

“Mama kalau mau tidul halus gosok gigi dulu”

“Iya, Soph”

“Kalo gak gosok gigi nanti ada kuman”

“Iya”

“Kumannya nanti bikin sakit gigi. Sakiiiiit banget”

“Iya”

Hihihi, ini siapa yang emak siapa yang anak, sih.

Kalau saya sedang menunda-nunda gosok gigi, misalnya ketika saya berencana untuk nonton TV dll dulu setelah Sophie tidur, Sophie kembali berceramah tentang gosok gigi, kuman, dan sakit gigi. Salah banget, deh, kalau sampai saya bilang,

“Mama gosok giginya nanti saja. Mama, kan, belum mau tidur sekarang”

Kalau sudah begini, saya cuma bisa iyaiya-in saja semua yang Sophie katakan. Apalagi kalau Sophie mulai menggeleng-gelengkan kepala dan menggerak-gerakkan jari telunjuknya di depan muka saya sambil berkata,

“Hem, hem, hem, Mama. No. KU-MAN-KU-MAN. Ayo gosok gigi sama aku”

Kemudian saya pun (sambil ngikik) manut dituntun Sophie ke kamar mandi.

Di kesempatan lain, kami terlibat pembicaraan semacam ini,

“Mama tahu gambal kuman di gigi?”

“Belum, lho, Soph. Gambarnya seperti apa, sih?”

“Nanti Mama donlot, ya”

“OK. Sophie mau melihatnya, ya?”

“Mama yang lihat nanti. Aku sudah tahu gambal kuman di gigi”

Suami pernah menanyakan seperti apa bentuk kuman itu pada Sophie.

“Soph, kuman itu seperti apa, ya?”

“Itu, lho, Pa. Kayak yang di komputel Ibu Gulu. Makanya Papa donlot, ya”

Gaya, ah, Soph, sudah tahu tentang download gambar segala, sekarang. Hahaha…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s