Uncategorized

Ayo sekolah!

Hari pertama Sophie masuk sekolah tahun ini, 15 Juli lalu, diawali dengan drama terlambat gara-gara kami mbablas tidur setelah sahur. Terus, hari itu kami juga harus mengumpulkan pas foto Sophie ke kantor suami, sehingga kami mampir dulu ke studio foto sebelum ke sekolah. Telatnya tidak tanggung-tanggung, deh. Btw, ternyata susah banget, ya, membuat pas foto balita yang proper itu. Sophie yang biasanya suka saya foto, hari itu mengkeret karena atmosfer studio foto yang asing dan juga pembawaan om fotografer yang kurang child friendly. Setelah beberapa kali jepretan, akhirnya kami mendapatkan foto yang, yaaa, sedikit lebih baik dibanding pas foto Sophie di paspor, lah. Hahaha….

Sophie masih bersekolah di sekolah lamanya. Sekarang Sophie masuk kelas Bintang, dengan wali kelas Ibu Romy. Sophie sejak dulu memang cocok dengan Ibu Romy, sehingga so far semuanya lancar-lancar saja. Apa lagi, sekarang Sophie sekelas lagi dengan Ege dan Alghi, teman se-genk-nya sewaktu di kelas Pluto dulu. Kelas Bintang ini memang ditujukan untuk anak-anak yang per bulan Juli ini berusia 3t8b – 4t1b, yang kebetulan jumlahnya mencukupi untuk dibuatkan kelas tersendiri.

Selain faktor nyaman dengan wali kelas dan teman-temannya, Sophie juga lebih mudah beradaptasi di Kelas Bintang karena tidak ada efek keplayu guru di kelas sebelumnya. Sudah dua bulan terakhir ini Ibu Lastri, wali kelas Planet, bedrest karena hamil. Sophie dan teman-teman kelas Planet di handle sementara oleh Ibu Pri. Pergantian ini membuat bonding anak-anak dengan Ibu Lastri “terputus”, sehingga tidak ada sindrom lari ke kelas sebelumnya lagi seperti tahun kemarin.

Semenjak kami mengetahui pembagian kelas dua minggu sebelumnya, kami menyampaikan ke Sophie tentang hal itu, dengan harapan dia semangat berangkat sekolah. Alhamdulillah cara ini berhasil. Kata-kata anak besar dan seru masih punya daya jual yang kuat bagi Sophie, ternyata.

“Nanti Sophie sekolah di kelas ANAK BESAR, namanya kelas Bintang. Ibu guru Sophie nanti adalah Ibu Romy, terus sekelas lagi sama Ege dan Alghi. Ada banyak teman baru juga nanti. SERU banget, deh, nanti. Afida, Dimas dan teman-teman yang lain nanti kelasnya lain, ya”

“Kenapa aku tidak sekelas dengan Afida lagi?”

“Supaya Sophie dan Afida punya teman baru lagi, nanti. SERU, kok”

Sekarang, kalau sedang kumat isengnya, Sophie suka menyebut teman-teman di kelas Planetnya sekarang masuk ke kelas Pluto.

“Mama, sekalang Afida di kelas adik bayi”

“Hah, sama Ibu Yani lagi?”

“Tidak, Ma. Hahaha. Tadi bohongan. Afida, kan, sudah besal kayak aku”

Seminggu di kelas Bintang, Sophie sudah amat menjiwainya. Setiap kali kami memujinya setelah ia melakukan sesuatu yang baik, selalu, deh, keluar kata-kata berikut,

“Iya, aku, kan, sudah besal. SUDAH KELAS BINTANG. Aku sudah pintel titik-titik”

Silakan titik-titik tersebut diganti dengan hal yang baru dilakukannya. Katakanlah membuang sampah di tempat sampah, memasukkan baju kotor ke tempatnya, mengelap tumpahan air, dsb dst.

Image
bukan, ini bukan foto hari pertama Sophie di sekolah 🙂

Tahun ini kami sengaja tidak mengambil saragam sekolah, mengingat tahun lalu Sophie sama sekali tidak mau memakai seragamnya yang berbentuk celana itu. Nampaknya, tulisan saya yang ini menjadi jinx semata: setelahnya Sophie blas tidak mau memakai celana lagi.

Btw, apakah menuliskan Illiyina Sophia itu terlalu sulit, ya? Suami pas orientasi sekolah dulu kesulitan menemukan kelas Sophie karena tidak bisa menemukan nama Sophie di daftar nama murid per kelas. Setelah ditelusuri ulang, ternyata nama (yang mengacu ke) Sophie tertulis di baris pertama lho, dengan ejaan yang salah, tapi: Illiyani Shofia. Saya dan suami agak-agak deg-degan membayangkan masa depan yang terkait dengan penulisan nama ini, lho. Sophie itu anaknya galak banget kalau ada sesuatu yang menurutnya tidak benar. Kami, kok, membayangkan dia akan ngomel-ngomel bawel sama siapapun yang salah menuliskan namanya di kemudian hari. And so a lessson is learnt: nanti adiknya Sophie diberi nama yang gampang saja penulisannya, yang sekiranya semua orang bisa menuliskan (dan mengucapkan)nya dengan mudah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s