Mama

Penyelamat Saat Libur: Progress Live

“Welcome back, Rob!”

“It’s good to be back, Markie”

Percakapan pendek yang terselip dalam Pray itu menghangatkan hati saya. Juga setiap hal kecil yang mereka lakukan untuk mengingatkan penonton pada kegemilangan masa 90an. Oh, masa-masa itu memang tiada duanya. Saya bangga menjadi bagian dari generasi gagal move on itu, btw. Tapi, bagi saya juaranya adalah interaksi mereka, yang menyentuh secara personal setiap anggota. Peduli. 

Tentang usaha percomblangan Jay berdasarkan pengalaman Gaz.

Tentang susu untuk Rob dan Markie yang punya sejarah kecanduan alkohol.

That’s friendship, i guess.

Pada akhirnya, waktu memang akan mengubah segalanya. Bahwa waktu mengubah kapasitas dan kedewasaan mereka sehingga berbanding lurus dengan usia mereka, itu adalah pelajaran berharga.

Terima kasih sudah menemani melewatkan libur pilkada di kos, sementara suami dan Sophie sedang menikmati liburan mereka, ya.

Uncategorized

Welcoming AO-5

Halo, selain Ben Affleck akan meranin Batman, reuni Nsync, nilai rupiah yang makin merosot, Eric Cantona maju pilpres, konser Metallica dan Placebo, juga Pak Anies Baswedan ikut konvensi capres Partai Demokrat, ada berita apa lagi di luar sana? 

Kabar saya kurang baik. Kaki saya sedang sakit gara-gara saya sok jumawa ikut suami spinning (yang mana saya tidak pernah berolahraga sejak sebelum bulan puasa), lalu harus duduk di bis selama 15 jam lalu disambung dengan adegan naik ke lantai 3 sambil menyeret kaki (dan meneteskan air mata) sesampainya di Surabaya. Oh, so I am living my Counterpain days

Btw, tidak seperti tahun lalu yang super selo, saya tidak akan menulis tentang cerita mudik kami. Lagi pula, saya masih belum bisa move on dari rasa mudik tahun ini. Kebetulan saya bisa pol 3 minggu bersama Sophie dan suami, sehingga ketika harus balik lagi kehidupan kocar-kacir kami, rasanya berat bener. Bukan hanya saya, Sophie dan suami juga merasakan hal yang sama. Dan karena Sophie semakin besar, ekspresi sedihnya ketika berpisah dengan saya juga semakin jelas. Setiap senin Sophie murung di sekolah, dan baru ganggas setelah mendengar suara saya di telepon. I know it’s getting harder and harder for you, Soph. Please hold on a little longer. 

Seperti yang saya tulis di judul pos ini, saya berharap akan ada banyak kemudahan yang menyertai setiap langkah saya setelah ini. Amin.

Uncategorized

Miiiiiloooooooo

“Miiiiiiiii….looooooo….”

Sophie si nona poni sedang membaca tulisan di kotak Milo. Fyi, selepas sukses sapih susu, sekotak atau segelas milo adalah kemewahan yang Sophie nikmati setiap kami jalan-jalan ke kota.

“Iya, Soph, tulisan itu dibaca milo”

“Bukan milo, Mama. Tapi miiiiiii…loooo… Ini angkanya banyak jadi dibacanya panjang-panjang!”

Saya hanya bisa nyengir lebar bak kuda nil sambil menahan hasrat untuk ngakak sejadi-jadinya.

image

Untuk ukuran balita yang sama sekali belum belajar membaca, yang perbedaan angka dan huruf saja belum tahu, saya rasa kadar sok tahu Sophie itu off chart. Entah niru siapa *siul-siul*

Mama

Falter or Something Like That

Saya sedang mengamini kata-kata Jeng Sophie yang ini,

You’ve got to let it go and just accept the things you can’t control. Don’t let your shadow spoil the view of what’s around you

Meski hati kecil saya sadar bahwa saya memang kurang ngotot, kurang gigih dan seterusnya, saya tahu pasti bahwa hal pertama yang bisa saya lakukan adalah menerima realita yang ada. Dengan hati yang ringan, ikhlas. Melepaskan semua beban tambahannya.

Kemudian saya move on. 

This low season will eventually be over. Soon, after I overcome these fears and frustations. 

Soon.