Uncategorized

Sophie’s Current Loves: Frozen, Tangled and Hi5

Sophie itu model anak yang amat ekspresif saat menonton film. Kalau ada adegan yang membahagiakan, Sophie ikut senyum-senyum ceria. Kalau lucu atau konyol, ya ikutan ngakak-ngakak. Begitu pun kalau serem, Sophie akan berteriak sambil ngumpet di punggung saya/suami, atau lari ke kamar. Makanya, kami menunggu lumayan lama sampai akhirnya memutuskan untuk mengajak Sophie nonton di bioskop. Film yang kami pilih untuk Sophie adalah Frozen. Sebelum nonton, suami memberitahu tentang gambaran seperti apa film yang akan ditonton dan juga kondisi bioskop.

frozen-825x1024

Sophie ternyata amat terkesan dengan Frozen. Teriak-teriak sedikit, sih, tapi bisa dimaklumi karena banyak anak melakukan hal yang sama. Kalau takut, Sophie memegang tangan suami atau Om Fanind, sambil memalingkan muka dari layar (Saya? Merana di Surabaya!). Dan resmi sudah, Sophie jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu hingga beberapa hari setelahnya, dia selalu bercerita tentang nonton di TV yang amat besar (TV lho, hahaha!), tentang Elsa dan Anna, Sven rusa kutup yang besar, Olaf si orang-orangan salju yang lucu, juga tentang lagunya yang bagus banget.

“Yang ledigooo, ledidigoooo, la la la la la enimoooor, itu, lho, Ma”

Hah? Saya yang belum nonton yang bengong saja waktu diceritani Sophie. Setelah youtubing, saya ngakak-ngakak sendiri setelah tahu versi sebenarnya dari ledigoo-nya Sophie itu.

Ketika saya pulang, hal pertama yang diminta Sophie adalah menonton Frozen lagi bersama saya. Katanya, dia ingin menunjukkan film yang bagus banget pada saya. Untungnya suami juga suka Frozen, sehingga beliau tidak mabok nonton film yang sama sampai dua kali, hahaha!

Sebenarnya, nonton dua kali itu pun belum cukup untuk Sophie. Dia minta untuk menonton lagi, tapi filmnya sudah tidak tayang lagi di bioskop.

“Aku mau nonton lagi di laptop Papa saja. Nanti tolong Frozen didonlod, ya, Pa”

Hahaha, #kecilkecilsahabattorrent, ya, anak saya ternyata!

Terus, ketika kami ke toko buku, Sophie langsung ndoprok di lorong buku anak dan terkesima ketika menemukan movie storybook  Frozen. Anaknya baru mau beranjak setelah kami setuju membelikannya (dan ia selesai membaca buku itu 3 kali). Jadilah buku itu buku wajib yang kami bacakan sebagai penghantar tidur Sophie (kalau tidak sedang menonton filmnya).

Gara-gara punya file film dan buku Frozen ini, hampir tiada hari tanpa Frozen di rumahliliput. Akibatnya, Sophie semakin paham dengan jalan cerita Frozen. Dulu dia bertanya ini-itu yang terkait dengan jalan cerita, sekarang pertanyaannya lebih ke detail-detail kecil semacam,

“Kenapa rambut Elsa dikepang satu, Anna dikepang dua? Kenapa hidung Olaf dari wortel dan bukan dari tomat? Kenapa Elsa membuat istana esnya di Gunung Utara?”

Errrr….

Selain itu, Sophie juga jadi familiar dengan lagu-lagu di Frozen. Favoritnya adalah Let It Go. Sekarang dia sudah hafal lagu itu, sudah bisa menemani Idina Menzel bernyanyi dari awal sampai akhir, dalam bahasa Inggris logat Banyumasan, yang terdengar ajaib di telinga saya dan suami.

Nah, gara-gara Frozen, Sophie ber-clbk dengan Tangled. Ketika gerbang istana dibuka untuk penobatan Ratu Elsa, ada sesosok gadis berambut cepak dan berbaju ungu di keramaian. Sophie mengenalinya sebagai Rapunzel, cinta pertamanya dahulu. Namanya juga cinta pertama, sekalinya ingat, ya, tergila-gila lagi. Lagu favorit Sophie di Tangled adalah When Will My Live Begin, saat Rapunzel turun dari menara untuk pertama kalinya.

Tangled

 

Walaupun sudah menonton untuk kesekian kalinya, Sophie masih saja senyum-senyum gemes setiap ada adegan yang melibatan Rapunzel, Eugene (yes, she prefer call him Eugene than Flynn) dan Maximus. Masih ngeri-ngeri tapi penasaran sama Mother Gothel. Masih tetap seperti dulu.

Sepertinya anak saya akan tumbuh menjadi penggemar putri-putri Disney. Lebih spesfiknya, putri Disney era 2010an ke sini. Sophie tidak begitu suka Snow White, Cinderella atau Ariel (karena saya juga tidak menontonkan filmnya pada Sophie, ceritanya tidak cocok untuk anak seumur Sophie, saya rasa), sukanya ya sama Rapunzel, Elsa, Anna, Amber dan Sofia (she loves Amber more than Sofia, but still adore the later. Piye to, Nduk?)

Btw, Sophie masih bercita-cita punya rambut panjang. Bukan lagi untuk seperti Rapunzel (sepertinya Sophie sudah paham pada akhirnya rambut Rapunzel jadi pendek), tapi agar bisa dikepang seperti Elsa.

Di luar putri-putrian Disney, favorit Sophie sekarang adalah Hi5. Sejak dulu sudah suka, tapi sekarang Sophie selalu ikut bernyanyi dan menari seperti yang dilakukan karakter-karakter Hi5, jadi lebih dalam penghayatannya. Favorit Sophie adalah Fely Irvine, yang dipanggilnya dengan Mbak Fely. Akrab, niyeee….

tumblr_ley4qdhHGn1qftfaz

 

Sekarang, membuat Sophie memakai legging ketika roknya seiprit adalah perkara yang mudah.

“Kalau pakai legging, kan, seperti mbak Fely di Hi5”

Hahaha!

Yang kadang membuat saya bingung adalah ketika Sophie tiba-tiba menyodorkan sisir dan berkata, “Tolong rambutku diikat seperti Mbak Fely, Ma”

Lah, mana saya tahu rambut Mb Fely yang seperti apa yang dimaksud Sophie, coba?

“Itu, lho, Ma, pas Mbak Fely nyanyi o lalalala lalala yu ar emezing”

Mama masih belum tahu, lho, yang mana?”

“Yang diikat dua, di sini dan di sini. Terus diikat lagi tengahnya begini. Terus dijepitin di sini, di sini, dan di sini”

“OK”

Sophie suka-suka saja dengan cast baru Hi5, meskipun sudah tidak ada lagi Mbak Fely idolanya. Kata Sophie,

“Aku suka Mbak Fely, bagus, sih. Tapi yang baru juga bagus”

Hihihi.

Advertisements