Uncategorized

20 Ways to Draw a Tree and 44 Other Nifty Things from Nature

Panjang, ya, judulnya. 

Ceritanya, Sophie sejak beberapa bulan lalu tiba-tiba suka menggambar. Tiba-tiba. Dulu-dulu dia sama sekali tidak tertarik dengan aktivitas ini. Setiap kali kami melihat portofolio hasil karya Sophie ketika progress report di sekolah, kami cuma bisa meringis melihat garis-garis (yang sepertinya) tak berarti (dan jelas tidak diniati) yang ditunjukkan Bu Guru. Kami pikir Sophie itu seperti kami berdua, orang tuanya, yang dalam hal menggambar-gambar sungguh tak tertolong. Tidak minat dan tidak bisa.

Makanya kami terkejut ketika Sophie tiba-tiba suka menggambar. Duduk anteng dan tahu-tahu sudah memenuhi kertas gambarnya dengan banyak gambar, lalu menjelaskan apa yang digambarnya pada kami. Terharu!

Nah, yang menjadi masalah adalah bahwa saya sama sama sekali tidak bisa menggambar tetapi Sophie selalu menganggap saya bisa semuanya (Sophie fans berat mama, alhamdulillah), termasuk menggambar. Yang ada saya puyeng sendiri setiap kali Sophie minta ditemani menggambar. Jangankan menemani di dekatnya, menemani via telpon pun sudah bisa membuat saya puyeng. 

“Ma, kalau menggambar siput itu bagaimana?”

“Mmmm, rumahnya dulu, kali. Atau kepalanya dulu, ya? Sophie suka menggambar apanya dulu?”

“Kepalanya saja. Kepala siput seperti apa, Ma?”

“Mmm, bulat, kali. Atau lonjong. Terserah Sophie sukanya seperti apa”

“Aku sudah membuat bulatan, Ma. Terus apa?”

“Ditambahi antena. Atau mata, sih, yang suka nlolor-nlolor itu?”

“Antena, Ma. Bedanya apa sama antena kupu-kupu”

“Mmmmm, apa, ya. Agak besar, tidak sekecil antena kupu-kupu. Terserah Sophie, lah, sukanya seperti apa”

Dan seterusnya. 

Makanya saya senang sekali ketika menemukan 20 Ways to Draw a Tree and 44 Other Nifty Things from Nature ini. Setiap kali Sophie mulai menanyakan bagaimana cara menggambar sesuatu, saya tinggal bukakan buku ini (atau menyuruhnya melihat di buku kalau saya sedang di Surabaya). 

Image

Image

Image

Image

Image

Image

 

Bagus banget, kan, contoh gambar di buku ini? Cantik.

Awalnya buku ini amat efektif untuk membuat Sophie tidak bertanya pada saya bagaimana cara menggambar sesuatu. Tapi semakin ke sini Sophie lebih suka untuk menggambar hal-hal berdasarkan imajinasinya sendiri, bukan dengan melihat contoh. (Seminggu ini sedang suka menggambar surga, kata suami. SURGA, saudara-saudara). Mungkin akhirnya Sophie paham bahwa saya dan suami tidak pintar dalam segala hal, ya. Hahaha!

Btw lagi, ada satu hal yang menyentil saya ketika saya dan Sophie menggambar dengan melihat contoh dalam buku ini. 

“Kenapa Mama menggambarnya lihat buku?”

“Karena Mama tidak pintar menggambar, jadi Mama melihat contohnya”

“Mama berusaha terus, ya, belajar menggambar terus kayak aku. Nanti Mama akan bisa”

“Eh…”

“Nih, lihat, Ma. Aku menggambar pohon. Aku mau BERUSAHA  biar aku bisa”

Ini siapa Mamanya, siapa anaknya, sih 😀

PS: foto-foto buku ini saya ambil dari sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s