Uncategorized

Sisa Cerita Minggu Lalu

Minggu lalu, saya, Sophie dan suami ikut program wisata sekolah Sophie ke Cilacap. Walaupun diawali dengan adegan bete-bete sebelum berangkat,  ternyata acara tersebut menyenangkan. Sophie tidak mabok selama perjalanan dan heboh bermain bersama teman-temannya (dan dapat bonus kulit gosong plus gatal-gatal, ceritanya nanti menyusul, ya), suami lumayan mingle dengan pendamping anak-anak lain, dan saya saya, mmm, tidak merasa alien-alien amat, lah 😀

Walaupun sudah sekian tahun bertempat tinggal di Purwokerto, kami bertiga belum pernah mengunjungi ketiga tujuan wisata yang akan kami kunjungi. (Sebelum ada Sophie dulu, saya dan suami pernah melintasi Pantai Teluk Penyu, hanya numpang lewat saja.) Kami naik kapal motor kecil dari Dermaga Sleko lalu menyusuri perairan, melihat Nusa Kambangan dari kejauhan. Vegetasi rapat di sepanjang pantai di seberang  Cilacap Timur terlihat amat menarik di mata saya. Dari sudut pandang yang sempit itu, Nusa Kambangan nampak sebagai ekosistem yang masih terjaga. Saya ingin menyimpan imaji tersebut dalam kepala saya, mengingat Nusa Ksmbangan secara keseluruhan tidak bisa disebut sehat ekosistemnya. Penambangan batu gamping untuk bahan baku semen, pembukaan lahan untuk pertanian, pencurian kayu dan pendangkalan Segara Anakan akibat kiriman sedimen dari sungai-sungai yang bermuara di sana adalah biang kerok kerusakan ekosistem di sana. Melebar ke mana-mana, ya, maaf. Hal yang ingin saya sampaikan adalah bahwa intipan singkat minggu lalu membuat saya mencari informasi sebanyak mungkin tentang Nusa Kambangan dan bertekad suatu hari nanti saya beneran menyeberang ke sana. Bukan sekedar menginjakkan kaki di salah satu pantainya.

 Setelahnya, kami diangkut ke Benteng Pendem untuk mini outbond dan makan siang. Sophie yang sejak dari rumah sudah minta berenang di pantai, begitu selesai makan siang langsung minta mencebur ke air. Jam 1 siang di Pantai Teluk Penyu yang panasnya beda tipis dari Pantai Kenjeran. Ndilalah, suami lupa memasukkan sunblok yang sudah saya siapkan ke dalam tas. Gosong sampai hari ini, dong.

Tujuan kami yang terakhir adalah Museum Soesilo Soedarman di Kroya. Museum nampaknya belum menjadi sesuatu yang menarik bagi Sophie. Blas tidak tertarik anaknya. Sebenarnya hal ini terkait dengan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami Sophie ketika mengunjungi Museum Jenderal Soedirman sebulan sebelumnya. Sepulangnya dari Museum JendSoed Sophie bercerita bahwa dia takut ketika di sana, tapi tidak mau bilang takut sama apa. Nah, ketika sampai di Museum SoeSoe, Sophie juga sama sekali tidak semangat, mogok tidak mau masuk pendopo. Setelah dirayu-rayu, akhirnya Sophie mau masuk juga. Tapi tidak lama. Belum juga tiga menit, Sophie mendadak berhenti dan memegang tangan saya erat-erat. Sambil menangis dia minta keluar. Dalam perjalanan keluar pendopo, Sophie beberapa kali melihat ke belakang. Sesampainya di luar, Sophie mengatakan bahwa dia tidak mau masuk lagi dan meminta saya untuk tidak masuk juga. Dan sisa waktu kunjungan di Museum sore itu dihabiskan Sophie dengan memanjat panser amfibi dan torpedo kapal selam yang ada dipelataran museum (yang efektif memindahkan debu dari senjata-senjata tersebut ke kulit Sophie, membuatnya iritasi dan sibuk garuk-garuk sepanjang jalan pulang :D) dan naik kereta kelinci keliling desa.

Kalau kesan Sophie tentang museum adalah menakutkan, lain lagi kesan yang ditangkap oleh suami. Suami menganalogkan Pak SoeSoe dengan Voldemort dalam hal suka mengoleksi benda-benda berharga yang pernah berada dalam sistem yang sama dengan beliau (yang mana pada saat itu belum beliau miliki). Suami mencontohkan pesawat tempur, senjata berat dan tank yang menjadi koleksi Musium SoeSoe. Ck. Hikmah macam apa ini, suami?

Kalau saya sendiri belum terkesan, ya. Lha wong saya tidak sempat menikmati museum dengan jenak. Saya belum melihat semua koleksinya. Setelah adegan-kurang-dari-tiga-menit itu, saya hanya bisa melihat-lihat dokumen di pendopo depan ketika Sophie naik kereta kelinci. Koleksi dokumen yang lengkap sekali, mulai dari ijazah sekolah, foto bulan madu, berbagai piagam penghargaan sampai surat tugas untuk mewakili Presiden Suharto dalam acara kenegaraan negara lain seperti pelantikan kepala negara, misalnya, ada semua. Museum ini mungkin menarik untuk anak SD ke atas, ya. Buat anak pra SD, sepertinya masih terlalu berat. Sebenarnya ada fasilitas playground dan kolam renang yang pastinya bisa membuat kaum balita bahagia, tapi minggu lalu keadaannya tidak layak pakai. Sedih, sih, melihat kolam renang berlumut berisi air hujan kotor dan playground yang mangkrak begitu saja. Saya awam dalam hal pemuseuman, sama halnya seperti Sophie dan suami (Kata orang, peradaban manusia itu diukur dari bagaimana seseorang mengapresiasi museum, kan ya. Jelas kalau kami belum beradab :D), tapi museum tentang satu tokoh saja rasanya terlalu spesifik, ya.Karena terlalu spesifik, hampir semua hal ditampilkan, dan hal ini malah mengurangi nilai wow-nya secara keseluruhan.Ini komentar sok tahu saya saja, lho, ya. Apalagi, kata orang, one’s fart in one’s art. Boleh jadi koleksi Museum SoeSoe ini fantastis bagi anda. Makanya berkunjung, ya 😀 

PS: Menutup posting ini, saya mau berbagi pertanyaan Sophie yang sukses membuat suami pusing saat Sophie pulang dari Museum JendSoed dulu. Waktu itu Sophie ke museum bersama guru-guru dan teman sekolahnya saja, tanpa pendamping orang tua. Saya cuma ngakak saja saat suami cerita tentang pertanyaan-pertanyaan Sophie yang terkait dengan museum yang baru dikunjunginya itu. Kalau mau ikutan menjawab silakan, lho, ya. 

“Papa, kenapa Jenderal Sudirman naik kuda? Berjuang itu apa? Belanda itu siapa? Kenapa Jenderal Sudirman berjuang? Kenapa Jenderal Sudirman jadi patung? Kapan Jenderal Sudirman jadi manusia lagi?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s