Uncategorized

Wanderlust – Sophie Ellis Bextor

Sebagian alasan kenapa saya menamakan anak perempuan kami dengan Sophie adalah Sophie Ellis-Bextor. Cetek, ya, tapi begitulah adanya. Saya suka Sophie EB sejak awal kemunculannya dulu, untuk alasan-alasan yang sama sekali tidak bisa saya pahami. Saya menyukainya begitu saja, bertentangan dengan fakta bahwa musik yang dia mainkan normalnya bukanlah preferensi saya. Tapi saya menyukai musiknya, dari dulu sampai sekarang. Sejak duetnya dengan Spiller yang sedemikian saktinya, hingga Make A Scene yang bahkan tidak bisa masuk 30 besar UK Official Album Chart.

Awal tahun ini, di usia 34 tahun, setelah 4 album yang grafik penjualannya bergradien negatif dan penampilan cemerlangnya dalam Strickly Come Dancing, Sophie merilis album ke limanya, Wanderlust. Sejauh ini, album ini adalah album favorit saya dari semua album yang pernah dirilisnya. Saya suka sekali bebunyian yang gak-Sophie-banget, juga lirik-lirik yang quirky yang Sophie sajikan di Wanderlust.  Kata Sophie, album ini terispirasi dari perjalanannya ke Eropa Timur, sehingga kental dengan aroma Rusia. Saya, yang tidak tahu sama sekali seperti apa musik Rusia itu, praktis jatuh cinta dengan suara-suara baru yang disajikan Sophie dalam album ini. Jauh dari hingar bingar electro pop yang sebelumnya dia tekuni.

Image

It is simply beautiful.

Wanderlust ini jelas menunjukkan bahwa bertambahnya usia itu akan mengubah banyak hal. Album ini seperti mengilustrasikan sisi reflektif seorang Sophie EB yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Sulit membayangkan Sophie menulis dan menyanyikan lagu-lagu semacam ini ketika dia masih muda dulu.

Terus, kenapa sekarang berubahnya, Jeng Sophie? Kenapa baru sekarang menulis lagu yang bisa mengobrak-abrik hati dan sekaligus membangkitkan semangat emak-emak seumuran saya?

Kata Sophie, kalau memang mau berkarya yang fenomenal, ya, sekaranglah waktunya. Di usia 30an. Soalnya, hidup selama tiga dekade seharusnya sudah cukup untuk membekali seseorang untuk mengerjakan sesuatu yang besar “It’s a great decade for us women to find out what we are really capable of.”

Serasa pengen curcol, deh, jadinya. Tapi lebih baik tidak, ya. Demi kesehatan hati bersama 🙂

Lagu favorit saya adalah Young Blood, The Deer and The Wolf, Birth of An Empire, Wrong Side of The Sun dan When The Storm Has Blown Over . Oh, biarkan lirik lagu saja yang bicara, ya.

The days are ghosts that pass right through us. In my eyes, you’re like an evergreen. Untouched. By the hours that fly around us, my love, is that how you see me? Remember when we were the diamonds in the coal. Lovers know there’s no age upon your soul. Young Blood.

Come away, come away darling. Look at how we are. See ourselves reflected in a river, guess that’s the hardest part. On and on and on my love, agree to disagree. Under the surface it’s role universal: the opposites decree. We’re both in tune when we’re chasing the moon. But under the sun I’m hunted just like you. The Deer and The Wolf.

Something close to love, but more mysterious. I’ll hold you in the shadow of my arms. Always close to love, but more victorious. Can you feel this empire being born? Birth of An Empire.

If i’d been a loner, i would save myself, stay unaware.If i’d been a dreamer, i would float away and not care. But together we wandered through a land we didn’t know. All we wanted for our love was a chance to let it grow. Wrong Side of The Sun.

Don’t be so numb, your time will come. So pick it up from where you left. Carry on. It’s enough to be strong if we both weather the storm. When The Storm Has Blown Over.

Btw, saya mengagumi kehidupan pribadi Sophie yang terlihat  adem ayem saja. Bersuamikan pesohor dan memiliki tiga anak laki-laki tidak menjadikannya ratu drama yang kesehariannya diekspos dimana-mana. Saya suka sekali komentarnya tentang bagaimana ia ingin tampil  dan dilihat, dengan mencontohkan Lady Gaga, Miley Cyrus dan Adele. Ibuk-ibuk banget, lah. Menutup post ini, saya ingin berbagi foto-foto Sophie sebagai bumil dan ibu (dan istri, tentu saja), saya ambil dari mana-mana dengan bantuan google. Lovely pics, these are.

Image
Ada berapa persen bumil yang memiliki penampakan seperti Jeng Sophie ini?

 

Image
Mamak Sophie, Ayah Richard, baby Kit dan Sonny

PS: This is not my current love post. Today is her birthday, so I write this post. For her? No, for my self in order to get rid of Thursday Syndrome. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s