Uncategorized

(Not) The Damned United pt 2

Dilihat dari sudut mana pun, drama pergantian manajer MU dari SAF ke David Moyes lalu Ryan Giggs sama sekali tidak mirip dengan yang terjadi pada Don Revie – Brian Clough – Jimmy Armfield. SAF tidak mirip dengan Don Revie. Begitu pun Moyes dan Brian Clough. Apa lagi Giggs dan Armfield.  Blas tidak mirip. Tapi, entah bagaimana ceritanya saya kepikiran cerita di the Damned United sepanjang musim ini.

Kalau tentang drama di Leeds United dulu, saya bersimpati dengan Brian Clough. Mungkin itu adalah efek dari kejeniusan Tom Hooper, sih, ya, jadinya saya terbawa suaasana dan memilih Clough sebagai tokoh protagonis saya. Revie dan Armfield adalah tokoh-tokoh antagonisnya. Kalau yang terjadi di Old Trafford setahun belakangan ini, simpati saya mengalir ke arah sebaliknya. SAF dan Giggs pahlawan saya. Moyes? Oh, kita tidak bisa menyukai semua orang, bukan?

Di awal-awal musim ini, saya selalu membayangkan Moyes mengalami ketidaknyamanan yang dirasakan Clough di Elland Road dulu. Membayangkan dirinya menatap squad-nya di ruang ganti dari seberang ruangan dengan segala kehampaan ekspresinya. Tapi saya selalu membunuh imajinasi itu dari pikiran saya. Mana mungkin Scholes, Giggs, dan Ferdinand (oh, iya, saya memang suka stok lama MU) berperilaku tidak profesional seperti itu?

Rasanya saya perlu memilah mana adegan film mana yang beneran kejadian, ya. Too much watching movies will harm you,  Tanti. Setidaknya, yang terjadi di MU lebih nyata dibandingkan yang terjadi di Leeds waktu itu. Saya hanya tahu cerita Brian Clough ini dari the Damned United, Brian Clough – ITV Documentary plus baca-baca di sana-sini. Sementara pencopotan Moyes tersaji secara real time. Emosinya lebih kena.

Moyes bertahan lebih lama dibandingkan Clough. 10 bulan vs 44 hari. Sequel ya mestinya lebih OK dibanding prequel-nya, kan, ya.

Saya membuat post ini, sebenarnya hanya untuk menyimpan foto-foto Giggs selaku bos MU. Saya suka sekali penampakan baru Giggs di tiga foto pertama, look-wise sudah pantas jadi manajer, ya 🙂

boss Giggs

giggsy

giggs

 

Foto terakhir ini saya persembahkan atas nama masa lalu. Betapa waktu cepat berlalu, ya. Angkatan 92 yang menua dan masih tetap bersama (yang masih bersama, lho, ya. Yang sudah misah, ya, tercecer di mana-mana juga). Waktu yang membuat mereka menua, juga telah menuakan saya.

Ryan Giggs

 

PS: foto-foto ini saya comot dari getty images dan twipic-nya @ManUtd.

PPS: semoga Moyes menemukan kegemilangannya di luar sana, seperti halnya Brian Clough di Nottingham Forest. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s