Uncategorized

Recaps, Updates, Nevermind.

Seminggu ini badan serasa diinjak-injak gajah gara-gara ngebut mengejar ketertinggalan pekerjaan di lab (dan maraton 24 di malam harinya (!)), setelah sebelumnya seminggu di rumah mengurus kesayangan-kesayangan saya yang tumbang akibat meriang. Weekend? Menghabiskan waktu bertiga? Apa itu? Alhamdulillah sekarang Sophie dan suami sudah sehat, sudah cerewet lagi, nafsu makan mereka sudah kembali lagi. —Tolong, ya, sayangs, kalau meriang jangan barengan. Mama  tidak mau makan tiga piring lagi gara-gara kalian berjamaah mogok makannya—

Mendadak jadul bersama Joe Cocker. Aging, what is aging? It’s only what nature do to your body.

Seandainya saya memiliki segala kemewahan yang (saat ini) tidak saya miliki, saya rasa saya amat mungkin akan menjadi Jonathan Eisen KWsekian. Saya yang nyinyir ini akan membuat award untuk mereka-mereka yang overselling hal-hal yang saya pahami. Saya akan meluruskan missleading dengan memberikan penjelasan sederhana dengan referensi yang bisa dipercaya. I will name a name, I won’t hesitate to tell A is wrong, B is overestimate, C says rubbish, and the like. Dan tentu saja saya akan sinis (hahaha!, itu satu-satunya modal yang sudah saya miliki saat ini, sebenarnya). Meanwhile, I am just a student who is struggling with my study, so, no, you won’t see me as Jonathan Eisen KWsekian in near future. —Tapi kalo ternyata iya (dalam hal nyinyir dan sinisnya), jangan sungkan-sungkan, ya, toyor saja saya—

Beberapa waktu yang lalu  saya bertemu orang baru, yang jauh lebih muda dari saya, yang menanyakan kenapa saya berbicara dengan santun padanya. Saya sempat melongo, lho, sebelum menjawabnya. Lha iya, bukankah memang sudah seharusnya kita bicara dengan santun, pada siapa pun (kecuali pada beberapa orang yang sudah benar-benar dekat, sih, hahaha). Akhirnya, saya mengatakan padanya bahwa saya punya balita yang meniru setiap hal yang saya lakukan, setiap kata yang saya ucapkan. Saya berharap anak saya tumbuh menjadi anak yang santun, sehingga saya selalu mengingatkan diri saya untuk bersikap seperti itu juga.

PMS + Fish Tank  + weekend = ngampus dengan mata bengep pagi ini. It just broke my heart again and again watching Mia and her life. The way her Mom raises her and her sister broke my heart. The way she drinks and dances in an abandoned apartment to numb her pain broke my heart. The way Connor takes advantage from her broke my heart. The way she reaches out to connect to  Billy broke my heart, but also brought warmness in the same time. So many broken hearts for a movie, it is. —What do you know about loneliness? Do you familiar with the feeling of being lonely and isolated? Are you a loner? What would you do then? Just embrace it and live your life that way or try to make some connection to escape from it?

Saya sudah menemukan soundtrack untuk anniversary ke 6 saya bersama suami. Yay!

Setelah lebih dari seminggu, saya masih senyum-senyum saat mengingat kembali percakapan saya dengan Sophie di terminal ini, lho.

“Ma, ini bacaannya Aq**, ya?”

“Iya, ini Aq**”

“Kata Bu Guru, aku tidak boleh bawa Aq** ke sekolah”

“Kenapa, Soph?”

“Aku tidak tahu. Tapi aku besok mau bawa ini ke sekolah, lah

“Lho, katanya tidak boleh?”

“Ini bacaan Aq**-nya sudah aku lepas, Ma. Bu Guru tidak tahu ini Aq** kalau tidak ada bacaannya”, kata Sophie kalem sambil mengulurkan label minuman dalam kemasan yang baru saja dia keletek itu pada saya.

Advertisements