Uncategorized

Welcome Back, Dear

Menjelang lima tahun menjadi Ibu. Sebentar lagi Sophie akan meninggalkan masa balita. Lima tahun yang berlalu dengan segala ceritanya. Lima tahun yang kalau dijadikan sinetron akan saya beri judul kerja keras: berusaha memaksimalkan semua aspek dengan segala keterbatasan yang ada. Sukses kah saya? Atau lebih tepatnya, sukses kah kami bertiga memaksimalkan semua aspek dengan segala keterbatasan yang ada dalam lima tahun ini?

Saya tidak tahu. Dan tidak ingin mencari tahu. Yang jelas, kami bahagia.

Sejak awal saya memilih untuk bahagia. Untuk menghemat energi dengan tidak mengeluhkan keterbatasan yang kami miliki secara berlebihan (ya, nyampah di media sosial masih bisa kami tolerir). Untuk tidak menyalahkan diri sendiri, satu sama lain maupun kondisi untuk setiap ketertinggalan, kegagalan, kesedihan maupun kekecewaan yang kami hadapi. Saya memilih dan berusaha untuk bahagia.

Oh, bahagia yang saya maksud di sini bukan hanya tentang hal-hal yang terkait tawa dan teman-temannya, lho ya. Bahagia yang saya maksudkan termaktub dalam definisi terluas yang bisa mendiskripsikannya.

Banyak terima kasih untuk Sophie dan suami, yang membuat lima tahun kerja keras ini terasa lebih mudah untuk saya jalani. Terima kasih untuk semua hal yang membuat lima tahun ini berarti, kesayangans.

Mengakhiri empat tahun yang panjang. Beberapa teman mendorong saya untuk menuliskan tentang kelulusan saya (AKHIRNYA!). Baiklah, walaupun saya pribadi tidak merasakan excitement apapun, saya akan mencoba menuliskan beberapa hal yang saya dapatkan selama empat tahun ini.

Pertama, be careful with what you wish for, lest it come true. Atau lebih tepatnya, pelajari sesuatu, pertimbangkan dari segala sudut pandang, sebelum memutuskan untuk mengharapkan sesuatu. Allah itu Maha besar. Besar kemungkinan harapan kita terwujud. Tanpa pertimbangan yang matang, atau hanya mendasarkan pada sesuatu yang senada dengan jatuh cinta pada pandangan pertama, boleh jadi ketika harapan tersebut dikabulkan, kita tidak siap dengan prosesnya, terbebani konsekuensinya. Makanya, lihat baik-baik, pertimbangkan segala sesuatunya, untuk mendapatkan gambaran tentang proses dan konsekuensi yang akan kita jalani dan dapatkan nantinya,baru dikencengi doanya.

Dua, know your limit and stand up for it. Kadang kala, ngotot itu perlu, Tanti. Haha. Hahahaha….

Tiga, embrace the backbone you have. Sekali lagi saya bersyukur memiliki keluarga seperti yang saya miliki saat ini. Mungkin ceritanya akan berbeda kalau suami saya tidak sesabar Alwani Hamad atau anak saya demanding tiada habisnya, tidak manis seperti Sophie. Allah Maha adil, menyeimbangkan kacaunya kehidupan bersekolah saya dengan mereka berdua.

Menjelang album ketujuh, bertiga. Hati saya masih pilu setelah seminggu lebih ditinggal Jay. Saya tahu ini lebay, tapi beginilah adanya. I am nothing less than a silly teenager when it comes to Take That. Dan saya tidak sendirian. Gaz, Markie dan Howard pasti lebih berantakan di sana.

you will be sorely missed, Jay
you will be sorely missed, Jay
will remember you this way
will remember you this way
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s