Uncategorized

There’s More Important Things in Life than TV

Seharian ini saya berdua bersama Sophie di rumah. Overdosis Disney Junior dan Baby TV. Setelah merayu dengan segala trik, akhirnya Sophie memperbolehkan chanel TV diganti. Star World, Master Chef Junior season 2. Sophie suka Mbak Oona (“aku sedikit takut kalau Mbak Oona masaknya tidak enak”) , dan menanyakan kenapa Mas Josh berambut panjang seperti mbak-mbak tapi suaranya seperti nenek-nenek. Juga kenapa Mas Logan pipinya merah terus. Lah, mana mama tahu, Soph  🙂

Hal yang  harus diwaspadai saat menemani anak nonton TV sesungguhnya adalah iklan. Kita sudah hati-hati memilih acaranya, kita sudah pastikan content-nya aman untuk bocah seusianya, eh, tiba-tiba saja ada iklan acara yang nyelonong dan menimbulkan tanda tanya baginya. Sore tadi, iklan America’s Next Top Model cycle 21 memicu komentar singkat Sophie (dan penjelasan panjang lebar dari saya).

“Ih, baju Mas-masnya malu. Mbak-mbaknya juga. Kok semprotan bisa jadi baju?”

Memang, ya, paling nyaman itu anak disodori tontonan yang sesuai untuk umurnya yang tayang di stasiun TV khusus anak-anak. Nyaman untuk ibunya, maksud saya. Tidak perlu pusing memikirkan penjelasan untuk setiap hal yang menimbulkan pertanyaan bagi anaknya. Etapi puyeng juga, lho, kalau nontonnya acara anak pra-SD melulu 🙂

Saat-saat seperti ini saya jadi teringat Until the Next Life-nya Mansun, yang sepenggal liriknya saya jadikan judul post ini. (Walaupun konteksnya jauh banget, sebenarnya).

Happy weekend 🙂

Uncategorized

An Owl and A Sparkling Heart

Rabid Mama is struggling to finish #November15. Mohon dimaklumi, saudara sekalian.

An owl and a sparkling heart.
An owl and a sparkling heart

The owl is O the Owl from Daniel Tiger’s Neighborhood.  The sparkling heart is the heart of ruby from Jake and the Neverland Pirates. Nasib anak Disney Junior 🙂

Melengkapi per-mamakkelinci-an saya kali ini, berikut versi close up dari kedua obyek gambar Sophie.

O the Owl
O the Owl
the heart of ruby
the heart of ruby
Uncategorized

The Future

Saya terbangun saat hujan turun dengan derasnya, berselimut hangat dan ada fluffy earmuff di telinga saya. Suami sedang keluar kota. Sophie yang melakukan semuanya.

Suami setengah bangun setengah tidur. Sophie sudah bangun dan berada di ujung kasur yang lain. Suami batuk-batuk. Sophie kemudian berguling ke arah suami, menepuk-nepuk dada suami untuk menenangkan batuknya.

And so i know that Sophie will be fine in the future. She will be fine. Banyak doa dan cinta untuknya.

Uncategorized

Ratu Amazon

Kadang kala, ketika sedang tidak mau kompromi dengan suami, saat merepet saya menggunakan term Kanjeng Ratu Amazon untuk menyebut diri saya. Setengah serius, setengah bercanda. Ratu Amazon? Serius? Ya, siapa, sih, yang tidak tunduk sama Ratu Amazon? Bercanda? Yakali 2014 masih bawa-bawa Ratu Amazon segala!

Saya tidak pernah memikirkan hal ini, terucapkan begitu saja tanpa saya proses. Namanya juga setengah serius setengah bercanda. Saya lupa ada Sophie yang merekam setiap kata dan tindakan saya. Bukan hanya merekam, tapi juga memrosesnya.

Saya, ibunya, adalah Ratu Amazon. Dengan demikian dia adalah Putri Amazon.

Matik.

“Kenapa, sih, Mama jadi Ratu Amazon?” Saya kesulitan menjawab pertanyaan Sophie ini. Yakali Ratu Amazon! Ck. Lain kali saya harus mikir sekian kali sebelum menggunakan term aneh-aneh yang hanya akan menyulitkan saya di kemudian hari.

“Ya karena Mama ingin seperti Ratu Amazon yang jagoan, kuat dan pemberani”, jawab saya seadanya dan melanjutkan jawabannya dalam hati saja, “Since I have my own kingdom, rule it by my self and independent from any man, termasuk papamu” 😀

“Kalau aku sebagai Putri Amazon?”

“Ya sama, mama berdoa semoga Sophie jadi anak yang hebat, kuat dan pemberani”

Jangan tanya sekuat apa usaha saya untuk tidak ngikik saat itu.

Ternyata, Sophie beneran menghayati hal Putri Amazon ini. Belakangan ini Sophie lagi kurang happy selama di sekolah, berangkat dengan wajah murung dan sering menangis karena hal-hal sepele. Setiap pagi kami menyemangatinya, agar senang sekolahnya, bermain gembira, yang ceria, dan kurangi tangisnya. Kemarin pagi, saya hampir terjengkang mendengar respon Sophie,

“Iya, Ma. Aku, kan, Putri Amazon yang kuat dan berani, tidak banyak-banyak nangisnya”

Lah 😀