Uncategorized

Batu Secret Zoo Episode 2

Pertama kali saya mengunjungi Batu Secret Zoo dulu, saya merasa amat terpukau. Kece amat, sih, ini Kebun Binatang. Cuaca saat itu mendung, jadi enak untuk melihat ini-itu. Waktu itu kami terburu-buru, hanya punya waktu dari jam 10.00-15.00 untuk mengelilingi BSZ dan Museum Satwa. Makanya, sepulang dari sana saya meniatkan untuk kembali ke BSZ plus menginap di Pohon Inn.

Awal bulan ini akhirnya keinginan saya terwujud. Niat banget, lho, kami berangkat dari Surabaya jam 6 pagi, bermain sampai Jatim Park 2 tutup, menginap di Pohon Inn dan keesokan harinya langsung ke stasiun untuk pulang ke Purwokerto. Ada perubahan rencana, tentu saja. Awalnya kami berniat menginap di rumah Uwik, tapi karena kerempongan khas penghuni rumahliliput, rencana yang sudah fix pun berubah seketika.

Entah karena cuaca yang panas, fisik yang sedang kurang OK atau semata-mata hanya karena pengalaman kedua selalu tidak semengesankan pengalaman pertama, saya merasa BSZ biasa saja kemarin itu. Kecuali Pohon Inn, saya amat menyukainya. Maklum, baru kunjungan pertama ke sana. Etapi saya model orang yang asal ketemu kamar bersih yang dingin ber-AC dengan kasur empuk dan air panas saja sudah senang, lho, ya.

Itu dari sudut pandang saya. Kalau menurut Sophie, sepertinya BSZ masih merupakan destinasi yang menarik. Sophie bersemangat selama berkeliling dari pagi sampai sore menjelang tutup, mencoba playground (yang sarasa play ground pribadi) berkali-kali, dan kesampaian berenang juga akhirnya. Kata Sophie, hewan yang paling menarik baginya adalah flamingo karena pink (iya, warna pink adalah alasan yang kuat untuk menyukai sesuatu bagi anak saya), jerapah karena jalannya anggun dan lidahnya panjang sekali, juga alpaka karena kemampuan eksklusifnya untuk meludah.

Sebenarnya, mulai usia berapa anak bisa menikmati museum, ya? Sophie masih saja takut di Museum, pengennya cepat keluar saja. Kata Sophie, dia takut gelap. Padahal, Museum Satwa itu kece, lho. Tapi tetap saja Sophie ketakutan.

Highlight dari BSZ bagi kami bertiga masih tetap Safari Farm. Kami masih tetap heboh teriak-teriak mengulurkan wortel untuk dimakan alpaka, rusa, onta dan kawan-kawannya, sambil mencoba menghindari endusan mereka (dan ludah alpaka, HAHAHA). Favorit!

IMG_20141103_093000

DSC02795

DSC02763

DSC02776

DSC02806

Advertisements