Uncategorized

If You Want It

“Everyday we get a little bit CLOSER. Everyday we get a little bit LOUDER. Everyday we get a little bit, yeah, I know. I know. Everyday could be a little bit BRIGHTER. Everyday could be a little bit HIGHER. Everyday could be a little bit, yeah, I know. I know. It’s never gonna happen if we’re waiting for it!”

They are just better and better with lyrics. Age won’t lie, you know. Years bring them the maturity they put in this song. I just can’t help listening to this song with the tears in my eyes.

Sure they will make it, as usual. Somehow, the feeling of incomplete galore. But yeah, time will bring it to balance, in the end.

their first performance at X factor last night. pic is taken from here.
their first performance at X factor last night. pic is taken from here.
Advertisements
Uncategorized

Spongebob dan Tempe

“Mama, apa benar di laut ada Spongebob beneran?”

“Ada, namanya marine sponge. Terus sponge beneran menempel di dasar laut, tidak punya kaki untuk berjalan-jalan kemana-mana sperti dalam cerita”

“Apa sponge beneran gepeng seperti tempe?”

Asli, pengen ngakak rasanya.Seumur-umur baru kali ini saya mendengar ada yang menyamakan Spongebob dengan tempe. Lalu kami berdua melihat-lihat gambar sponge di HP saya. Sophie menyukai sponge hijau berbentuk tabung, juga sponge merah yang hampir sebulat bola.

“Tuh, aku benar, kan, Ma. Sponge itu tidak seperti tempe”

Sampai sekarang saya belum tahu dengan siapa Sophie berdebat tentang bentuk sponge itu sebelumnya. Bagaimana saya tahu kalau pertanyaan Sophie itu hanya dalam rangka mencari pembenaran atas pendapatnya? Ya dari kalimat -tuh, aku benar, kan- itu 😀

Uncategorized

Demam Frozen

Frozen

Saya tidak pernah menyangka bahwa demam Frozen melanda sedemikian lama di rumahliliput. Menginfeksi Sophie, tepatnya. Heboh di toko buku setiap kali melihat movie story book Frozen (dan buku mewarnai, buku belajar membaca, semua buku bertema Frozen, singkatnya), checked. Karaokean mengikuti Idina Menzel di HP suami, checked. Menggambar keping salju, dan manusia salju, checked. Bercita-cita piknik di tempat bersalju, checked.

Minggu lalu, saya menemukan gambar ini di antara tumpukan kertas gambar Sophie. Saya mengenali gaya rambaut kedua karakter dalam gambar Sophie tersebut.  For the first time in forever, Sophie mencoba menggambar Elsa dan Anna.  Kata Sophie, cerita untuk gambarnya adalah seperti ini,

“Elsa sedang di Gunung Utara. Anna menyusul Elsa. Arendelle terjebak dalam salju”

Uncategorized

Batu Secret Zoo Episode 2

Pertama kali saya mengunjungi Batu Secret Zoo dulu, saya merasa amat terpukau. Kece amat, sih, ini Kebun Binatang. Cuaca saat itu mendung, jadi enak untuk melihat ini-itu. Waktu itu kami terburu-buru, hanya punya waktu dari jam 10.00-15.00 untuk mengelilingi BSZ dan Museum Satwa. Makanya, sepulang dari sana saya meniatkan untuk kembali ke BSZ plus menginap di Pohon Inn.

Awal bulan ini akhirnya keinginan saya terwujud. Niat banget, lho, kami berangkat dari Surabaya jam 6 pagi, bermain sampai Jatim Park 2 tutup, menginap di Pohon Inn dan keesokan harinya langsung ke stasiun untuk pulang ke Purwokerto. Ada perubahan rencana, tentu saja. Awalnya kami berniat menginap di rumah Uwik, tapi karena kerempongan khas penghuni rumahliliput, rencana yang sudah fix pun berubah seketika.

Entah karena cuaca yang panas, fisik yang sedang kurang OK atau semata-mata hanya karena pengalaman kedua selalu tidak semengesankan pengalaman pertama, saya merasa BSZ biasa saja kemarin itu. Kecuali Pohon Inn, saya amat menyukainya. Maklum, baru kunjungan pertama ke sana. Etapi saya model orang yang asal ketemu kamar bersih yang dingin ber-AC dengan kasur empuk dan air panas saja sudah senang, lho, ya.

Itu dari sudut pandang saya. Kalau menurut Sophie, sepertinya BSZ masih merupakan destinasi yang menarik. Sophie bersemangat selama berkeliling dari pagi sampai sore menjelang tutup, mencoba playground (yang sarasa play ground pribadi) berkali-kali, dan kesampaian berenang juga akhirnya. Kata Sophie, hewan yang paling menarik baginya adalah flamingo karena pink (iya, warna pink adalah alasan yang kuat untuk menyukai sesuatu bagi anak saya), jerapah karena jalannya anggun dan lidahnya panjang sekali, juga alpaka karena kemampuan eksklusifnya untuk meludah.

Sebenarnya, mulai usia berapa anak bisa menikmati museum, ya? Sophie masih saja takut di Museum, pengennya cepat keluar saja. Kata Sophie, dia takut gelap. Padahal, Museum Satwa itu kece, lho. Tapi tetap saja Sophie ketakutan.

Highlight dari BSZ bagi kami bertiga masih tetap Safari Farm. Kami masih tetap heboh teriak-teriak mengulurkan wortel untuk dimakan alpaka, rusa, onta dan kawan-kawannya, sambil mencoba menghindari endusan mereka (dan ludah alpaka, HAHAHA). Favorit!

IMG_20141103_093000

DSC02795

DSC02763

DSC02776

DSC02806