Uncategorized

Oh, Changes!

Alkisah, saya yang mulai berlumut di Purwokerto, sebuah kota yang tidak terlalu besar, yang untuk mencari produk Hada Labo saja sulitnya minta ampun, terdampar di Watsons. Oh, jangan meminta detail kenorakan saya. Yang jelas saya menghabiskan banyak waktu di sana, memelototi lipstick berbagai brand yang biasanya hanya bisa saya lihat via google saja swatch-nya.

Oh, i’ve just realized a new found love to lipsticks and co. Please don’t ask.

Singkat cerita, tahu-tahu saya sudah memegang eye shadow ketika mengantri. Bukan untuk saya, saya mempertimbangkan untuk membelinya untuk Sophie. Sophie sedang suka bereksperimen dengan make up belakangan ini. Semuanya berawal dari sesi bermain, di mana Sophie dan teman-temannya menjajah koleksi make up Mama si teman baru. Sophie paling terkesan dengan eye shadow, menanyakan kenapa saya tidak punya dan berjanji akan mengajari saya bagaimana cara memakainya.

Nah, kembali ke suatu sore di Watsons itu, ketika saya mengantri, saya sudah memegang beberapa lipstick (I have told you) dan ini.

Peripera Tap Tap ElsaCombo banget, memang. Eye shadow dan Elsa. (Iya, demam Frozen masih melanda rumahliliput). Dua hal yang amat Sophie sukai dalam satu produk.

Ketika saya tinggal satu antrian lagi menuju kasir, suatu kesadaran menampar saya. “What am I doing? Am I loose my mind?” Kenapa juga saya menjadikan kesukaan anak sebagai satu-satunya pertimbangan? Bagaimana dengan gambar yg lebih besar?

Saya buru-buru mundur dan mengembalikan trio eye shadow Peripera itu ke counter-nya. Di kepala saya seketika tertayang salah satu episode Jo Frost’ Extreme Parenting, di mana ada gadis kecil yang terobsesi dengan make up dan modelling, yang menghidupi imaji tentang kesempurnaan fisik para model sampul majalah. Poor little girl. Dan sungguh, saya tidak ingin Sophie menjadi gadis seperti itu.

Kejadian ini membuat saya berpikir, dalam memenuhi kebutuhan anak, kita seharusnya melihat dari sisi mana? Sisi anak, sisi orang tua, atau kompromi di antara keduanya?

Jawabannya tentu akan kembali pada masing-masing keluarga. Saya percaya bahwa tidak ada formula tunggal yang bisa diaplikasikan untuk semua kasus. Setiap keluarga mempunyai nilai-nilai tersendiri, yang membuatnya tidak bisa dipaksakan untuk mengikuti satu aturan tunggal.

Saya mengenal beberapa keluarga yang mengijinkan penggunaan kosmetika untuk anak perempuannya sejak balita. Minimalnya punya bedak, lah. Beberapa mengijinkan anaknya mencoba-coba make up dan menampilkannya ke luar rumah. Jalan-jalan dengan tinted lip balm dan pink eye shadow masih OK bagi mereka.

Saya juga mengenal beberapa keluarga yang sangat membatasi penggunaan kosmetika pada anak-anaknya. Sama sekali tidak boleh, kosmetika hanya boleh digunakan ketika anak-anak sudah dewasa, yang dibeli dengan uang  mereka sendiri saat mereka sudah bekerja.

Di rumahliliput, kami mengambil jalan tengah di antara keduanya. Saya tidak ingin anak saya mengacak-acak koleksi kosmetika tetangga, dan saya juga  tidak ingin anak saya menempatkan kosmetika di salah satu keranjang obsesinya. Jadilah saya membeli eye shadow  Viva (sampai di sini saya nyengir, sungguh tipis batas antara peduli anak dengan pelit, ya). Saya katakan pada Sophie bahwa itu adalah milik saya, tapi dia boleh memakainya untuk main-main di rumah. Dandan-dandanan boleh, tapi kalau mau sekolah atau keluar jalan-jalan harus dibersihkan dulu. Saya menunjukkan padanya apa-apa yang boleh dia pakai, dan apa saja yang tidak boleh disentuhnya (lipstick adalah salah satunya, tentu saja).

Sejauh ini, drama-drama kecil masih terjadi. Tapi setidaknya, kami merasakan adanya perbaikan. Saya tidak merasa tertekan, semoga Sophie juga demikian.

Coba, yg dulu-dulu stress lebay bayinya mingkem melulu gak doyan makan, mana suaranya? Ternyata semakin besar anak, semakin kompleks masalah yang dihadapi, ya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s