Uncategorized

Catatan Akhir Kelas Fitoterapi

[Akhir kelas? Iya, karena kewajiban mengajar saya, baik di kelas Fitoterapi Dasar maupun Fitoterapi Lanjut, hanya sampai ke pertemuan ke-7 saja.]

Bagi saya, pencapaian puncak keberhasilan seorang mahasiswa Farmasi dalam mata kuliah Fitoterapi adalah ketika yang bersangkutan bisa mengamalkan amanah dari Ibu Mangestuti Agiel ini. Beliau adalah dosen yang mengajarkan Fitoterapi pada saya dulu (terima kasih, Bu. Semoga Ibu sehat selalu).

Pesan ini adalah prolog dari salah satu post saya dulu, saat kehidupan blogging saya sedang di puncak kejayaannya.

***** **** *** ** *

Menurut Ibu Mangestuti, ketika kita mendapatkan informasi tentang pengobatan dengan bahan alam, katakanlah tanaman A yang bisa untuk mengobati penyakit B, maka seharusnya kita tidak langsung mempercayainya bulat-bulat (dan mengaplikasikannya untuk diri kita sendiri ataupun orang-orang di sekitar kita) ataupun antipati menolaknya. Kita tidak boleh langsung mengaplikasikannya karena bagaimana pun juga kondisi kita pasti berbeda dari apa yang kita dengar. Logis saja deh, kondisi yang berbeda, ya, tidak akan memberikan hasil yang sama bila diberi dengan perlakuan yang sama. Apalagi kalau informasi itu cuma bermodal katanya. Sudah informasinya sepotong-sepotong, berawal dari katanya-katanya pula. A big no no, lah. Terus, kita juga tidak boleh langsung antipati dengan menolaknya mentah-mentah. Karena bagaimanapun juga, ada kebenaran di sana. Ada yang bisa “sembuh” dari penyakitnya dengan tanaman itu. Terus, jangan lupa, meskipun trend-nya semakin menurun, sebagian besar obat yang kita kenal saat ini berasal dari bahan alam (tanaman, hewan dan mikroorganisme). Bukan berarti selalu didapatkan dari bahan alam, memang, tapi pengembangannya menggunakan model senyawa-senyawa yang ditemukan dari bahan alam.

Lha, terus, bagaimana dong, percaya bulat-bulat tidak boleh, antipati juga tidak boleh? Ya ambil saja sikap diantaranya. Stay curious. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Semua informasi (yang bisa dipercaya) dikumpulkan, dicerna, ditimbang-timbang-timbang, dikonsultasikan dengan yang paham, baru kemudian diaplikasikan bila memang itu adalah pilihan yang kita ambil.

Advertisements