babysophie, milestone

Bulan Keduabelas Sophie

Banyak hal yang terjadi di sekitar umur setahun Sophie ini. It is such an acceleration class for both of us. Melelahkan dan menguras emosi. Harapan saya adalah kami bisa belajar dari babak ini.

Tiga minggu sebelum ulang tahunnya, kami pindah ke Surabaya. Seminggu sebelum kepindahan itu Sophie demam tinggi selama 5 hari, yang belakangan saya kenali sebagai roseola. Praktis pas pindahan itu badan Sophie masih ada rash-nya. Roseola? Ya jelas jadi malas makan. Mingkem melulu deh. Sejak hari itu Sophie sulit sekali makannya. Mulai dari gak mau makan sama sekali, kadang 5 suapan, kalo lagi beruntung ya mau sampai 10 suapan. Masa-masa adaptasi juga sama susahnya. Dan, akhirnya teething. Rekor, dalam 2 hari Sophie gak mau makan apapun. Cuma susu saja. Semua itu benar-benar membuat saya pusing. Saya memang berusaha semaksimal mungkin untuk gak memaksa Sophie makan, klo gak mau ya sudah. Saya menawarkan makanan lain yang juga ditolaknya. Tapi tetap saja saya khawatir dengan kecukupan gizinya. Apalagi badannya sekarang semakin lembek saja. Ah, saya gak pernah mengira bahwa urusan kunyah-mengunyah bisa serunyam ini. 

Masalah jalan, sampai sekarang Sophie belum juga berjalan. Klo ada yg bisa dipegang ya Sophie berpindah tempat dengan cara rambatan. Klo gak ada? Ya ngesot. Iya, sekarang Sophie mengoptimalkan penggunaan bokongnya, persis Papanya dulu. Sophie suka berdiri sambil bertepuk tangan di kasur. Suka juga minta tetah sana-sini, bermain mengelilingi motor dan sepeda yang diparkir. Yah, saya sama sekali tidak khawatir dalam hal ini. Semua ada waktunya dan setiap anak unik adanya. Somehow saya sempat sebel sama komentar seorang teman yang bilang Sophie pemalas karena ngesot dan gak mau merangkak. So judgemental. Dan juga teman lain yang dengan semangatnya memberikan daftar rinci kebisaan anaknya yang berumur 11 bulan dan menuntut saya untuk melakukan hal yg sama. *Dan tentunya dengan komentar gak penting, -eh, Sophie blom jalan ya?-, kok giginya baru tumbuh sekarang, kurang kalsium kali- dst* Aduh Mak, dia bukan Sophie dan Sophie bukan dia. Please skip that comparation things. Bikin capek saja.

Tentang emosi, aspek ini berkembang pesat di diri Sophie. Sekarang Sophie sudah tahu konsep ngambek, ngamuk. Sudah tahu bagaimana caranya memanipulasi Mamanya. Tangisannya ada macem-macem, saya seringkali gak bisa mengartikan tangisannya dan akibatnya Sophie tambah heboh nangisnya. Dan, sekarang saya kok merasa Sophie lebih pemurung dibanding dulu ya *bagian yang sedih buat saya, banget. Smoga masa adaptasi ini segera selesai dan membawa efek yang baik buat Sophie*. Sophie masih suka dada setiap kali berpisah dengan seseorang yang dia kenal, plus kiss bye yang entah dia pelajari dari mana. Saya gak pernah mengajarinya, tahu-tahu kok dia bisa ya.

Sophie juga sudah bisa memahami perintah sederhana. Misalnya saya bilang Mama minta kiss kiss dong, maka Sophie akan mencium pipi saya dengan mulut terbuka lebarnya. Ciumannya basah sekali, hahahaha… Terus, klo saya minta diambilkan barang-barang yang  sudah dikenalnya seperti bola, balon, jepit rambut, dsb dia akan memberikannya ke saya. Kalau moodnya sedang baik, ketika lagi menangispun Sophie bisa diminta diam sebentar. Klo lagi jelek ya diminta diam malah tambah heboh nangisnya. Hahaha…

Semoga saya lebih tenang dalam menghadapi masa-masa sulit buat kami ini. After all, Mama loves you a lot, dear. Semoga kepulangan Papa bulan depan akan membuat semuanya lebih nyaman buat kami semua.

Advertisements
babysophie, sophiesibatita, writingcontest

Sophie’s Smiling Day with Metal Mom

Halo Tante Anti,

Namaku Illiyina Sophia Hamad, tapi aku biasanya cukup dipanggil dengan nama Sophie saja. Foto ini diambil oleh Papa Alwani Hamad, waktu aku baru berusia 6 bulan lebih sedikit. Lihat saja tuh slaberku, aku lagi makan pisang disuapi Mama  Dwi Hartanti Hamad. Walaupun di foto ini aku gak keliatan lagi pakai popok, aku minta Mamaku ikut review cloth diaper saja. Bener deh Tante, aku ini lagi pake Metal Mom. Papaku gak setuju aku difoto topless pake popok saja. Katanya aurat anak kok diumbar-umbar. Semoga ini gak menyalahi ketentuan ya Tante.

OK, foto ini judulnya Sophie’s Smiling Day with Metal Mom.

Here is the review. Sesuai format dari Tante, aku sebutin lagi deh namaku. Aku Sophie, sekarang umurku 1tahun11hari. Aku minumnya ASI, dan sekarang lagi kenalan sama UHT. Aku sih pakai beberapa merk popok, tapi kali ini aku mau cerita tentang Metal Mom saja ya, kebetulan dulu Mamaku belinya di Tante.

Selain nenen Mama, aku suka sekali minum air putih. Jadi, pipisku juga banyak. Mama sekarang tidak pernah membedakan pemakaian popok untuk siang atau malam. Tapi, Mama pakai patokan jam. Ada kategori  3 jam dan 5 jam. Nah, Metal Mom dengan insert bamboo ini masuk kategori 5 jam, klo insertnya didobel Mama baru menggantinya setelah 8 jam.

Bicara kelebihan Metal Mom, kata Mama warnanya cantik. Mamaku pecinta orange, katanya warna Metal Mom orange itu shade orange-nya paling pas deh. Terus, slim. Kata Papa enak dilihat klo aku padukan sama dress atau daster. Terlihat rapi dan tidak bulky. Trus, enaak banget di kulitku. Itu lho, inner bamboonya juara banget. Stay dry, sehingga kulit bokongku aman dari yang namanya ruam. Nah, karena inner bamboo juga nih, kalau dicuci cepet banget kering. Apalagi kami sekarang tinggal di Surabaya yang kata Mama panasnya kayak di emperan neraka, 2 jam juga sudah siap dipakai lagi.

Tapi, gak ada hal yang sempurna di dunia ini ya Tante. Dari sekian merk popok yang pernah aku pakai, Metal Mom ini yang paling mudah bocor samping.Entah cuttingnya yang gak pas di pahaku atau kerutannya yang terlalu longgar atau entah karena apa. Mana aku kan sekarang sudah makan macem-macem, pipisku kau udah aduhai baunya. Makanya Mama disiplin, klo 5 jam ya harus ganti (siang) atau 8 jam kalau malam. Dari pada kasur dan bajuku ikutan pesing, kata Mama.

OK, begitu review-ku tentang pemakaian Metal Mom. Salam buat Kakak Hafidh dan Adik Dhifa ya….

PS: Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Photo Contest, lagi-lagi, di Toko Bunda Hafidh. Semoga kami menang lagi ya, saya pengeeeen dapat wet bag nya, buat wadah popok kotor Sophie selam di TPA. Tolong kalau waktunya sudah datang, teman-teman berkenan memberikan jempol buat Sophie ya 🙂

babysophie

Baby Sophie: 0-12 mos

My baby girl now is a todler.

Terima kasih ya Allah, untuk satu tahun yang penuh keindahan ini. Tidak semuanya indah, memang. Ada nangis-nangis dan capek-capeknya. Tapi klo semuanya dilihat sebagai satu kesatuan, setahun ini indah. Penuh pembelajaran. A child is her mother’s teacher, indeed.

Semoga Allah memudahkan hidupmu dan mencintaimu, Nak.

babysophie, breastfeeding, sehat, surabaya

Random Pagi Ini: Bayi, DSTHT dan ASIP

Tiba-tiba merindukan Sophie versi bayi. Yang gak minta tetah jam 3 pagi. Yang gak pernah melepeh makanan dan mingkem rapat-rapat ketika melihat sendok. Yang baru bisa menangis sambil berbaring saja, belum sambil nungging-nungging dan menggebrak-gebrakkan kakinya.

Cukup mengeluhnya.

Kemarin saya mendapati Sophie lagi bermain di pintu belakang saat saya menjemputnya. It means, dia sudah berani keluar dari kamar bayinya. Sudah mulai berani explore. Alhamdulillah, senang sekali melihatnya seperti itu. Ya Allah, semoga ini awal baginya untuk mendapatkan kenyamanan di TPA.

Hasil pemeriksaan kesehatan Sophie kemarin adalah rekomendasi untuk menemui DSTHT. Jadi beberapa hari terakhir ini Sophie sering memegang-megang telinganya. Kadang ditarik, kadang jarinya iseng ngurek-urek lubang telinganya. Ternyata pas pemeriksaan kesehatan kmaren, DSA menemukan banyak kotoran di telinga Sophie.Maka dirujuklah Sophie ke DSTHT. PR ini, mencari DSTHT yang ramah sama bayi. Kenapa tidak ke RS Dr. Sutomo saja? Ah, big no no lah. Ngantrinya gak kuku pasti. Mama dan Sophie bisa senewen bersama klo harus ngantri lama.

Trus, Yang Ti Sri kmaren menyampaikan klo Sophie kurang susunya. Selama ini Sophie memang cuma Mama bekali 200 mL ASIP, melanjutkan di Sinar Mentari dulu. Ternyata jumlah segitu kurang. Bu Atik, pengasuh Sophie yang sekarang telaten banget menyendoki susu Sophie. Ternyata, beliau terampil memberikan susu dengan sendok karena ketiga putra beliau dulu ya ceritanya sama seperti Sophie, gak mau minum susu pakai botol semua. Di satu sisi saya senang, akhirnya konsumsi susu Sophie naik juga.  Tapi di sisi lain saya pusing juga. ASIP saya seret. Perubahan media simpan dari kulkas 2 pintu jadi kulkas 1 pintu, stok ASIP yang mencair selama pindahan, dropnya produksi ASI saya dan buruknya manajemen membuat stok ASIP saya tipis saat ini. Tadi pagi freezer saya hanya dihuni oleh 7 botol ASIP. Ya Allah, semoga saya bisa mengejar stok dan Sophie langsung cocok sama UHT nantinya. Seminggu lagi. Ayoo bertahan dan terus berjuang, Mamaaaaa.

babysophie, surabaya, ume

Welcome, Surabaya

Gadis kecilku,

Ada apa dengan dirimu? Kenapa gak nyaman di TPA? Kenapa nangis melulu? Dimanakah senyum ceriamu? Dimanakah wajah penasaranmu yang lucu itu? Mama ikut menangis melihatmu menangis seperti itu. It looks like I made a bad decision for you. And it really breaks my heart.

Suamiku sayang,

Semoga dirimu selalu sabar mendengarkan keluhanku. Maaf, sepertinya di sini musim mengeluh lebih kenceng dari musim hujannya. Semangat yang sedari awal sudah terkumpul ternyata tidak cukup kuat untuk membuat adaptasi ini menjadi mudah. Manajeman yang parah. Manajemen waktu, semua tanggungan yang harus Mama kerjakan sepertinya tidak bisa selesai dalam 24/7. Call me spoil or something, tapi Mama sepertinya tergantung pada Mbak Nur selama ini. Gak kebayang klo bebersih rumah *yang sekarang cuma seuprit*, masak buat Sophie dan mencuci popok Sophie sambil beraktivitas di kampus dan mengasuh Sophie setelahnya secapek ini rasanya. Belum 2 minggu, badan Mama sudah protes. Capek to the max. Badan yang mulai renta inipun mulai demam dan pegel gak karuan. Terus semua rasa frustasi atas kondisi Sophie serta manajemen waktu yang berantakan tadi sukses membuat stok ASIP menipis. Dalam seminggu defisit 6 botol! Minta doanya Pa, semoga Sophie nanti mudah menerima UHT, in case Mama tak mampu memperbaiki manajemen ASI dan ASIP Mama mencapai kondisi BEP or ever worse, defisit.