fallengravity, tan

We Are What We Don’t See

Mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak saya sadari seringkali menjadi sesuatu yang menyakitkan. Apalagi klo sesuatu itu adalah bagian dari apa yang menjadi identitas saya dan menyakiti orang yang amat saya sayangi.

Dan, saya sdikit mengerti knapa Nelly Furtado mendefinisikan kata kita dalam All Good Things sbagai: what we don’t see.

Yes, sometimes we are what we don’t see.

Beberapa kejadian akhir-akhir ini membuka mata saya klo ada bagian dari diri saya yang menegaskan klo saya sulit bersosialisasi. That kind of sosialisasi, maksud saya. -That kind of something adalah bahasa saya untuk menjelaskan sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan-.

Sudahlah, skarang yang lebih penting adalah bagaimana saya bisa mengenali dan mengendalikan bagian dari identitas saya yang ternyata sering kluar batas ini. And You, thank you for introducing me that new space. I do thank you.

fallengravity, ladieschat

Postingan Kadaluarsa

Saya menulis ini tiga hari yang lalu. Berhubung laptop saya masih juga gak mau diajak ber-MP ria, postingnya jadi tertunda. Dan karena tertunda, emosinya sudah berbeda. Skarang alhamdulillah saya sudah gak segelap itu.

***

Semalam saya bicara dengan seorang sahabat. Pembicaraan yang amat saya syukuri. Akhirnya telur si blorok yang selama ini saya erami menetas juga. Akhirnya beban pikiran saya menjadi lebih ringan karenanya. All the grieves I kept for my self are finally shared. With her.

Selama ini saya menyimpannya sendiri. Saya tidak pernah membicarakan tentang detil perasaan saya terhadap beban itu pada orang lain. Saya hanya bicara dengan suami, dan skarang ini berbicara dengannya –bicara dalam artian yang pas untuk krisis smacam itu- adalah kemewahan yang sukar kami peroleh. Ada banyak alasan yang membuat saya tidak memicarakan itu dengan orang lain. Tapi dari sekian alasan itu, yang terbesar adalah saya gak bisa membicarakan itu tanpa melibatkan air mata. Jadi begitulah, kami bicara terputus-putus, diantara tangisan saya.

Saya amat berterimakasih pada caranya membuat saya menerima krisis yang saya alami. –saya rasa soundtract yang terus menerus berdengung dalam kepala saya semalam adalah Verve Pipe’s Gotta Move On, yang bagian You know it’s all right if you cry a little, if something inside you has died a little. You don’t have to hide, but you gotta move on. You gotta move on.- I am so thankful for her effort to open my mind to the other side of my sadness. Membuat saya yakin bahwa saya tidak sendiri.

Thank you for your dead-end-breaking-question, “Piye kondisimu, Jeng?”

Thank you for listening every word I said.

And thank you for sharing, for everything.

Saya amat menghargai semuanya, usahanya untuk membawa saya ke permukaan lagi, disaat dia sendiri saat ini sedang menatap jalan berliku yang mungkin akan buntu didepannya.

All we can do are asking the best decision from Allah and face it, Sist. Those all we can do.

fallengravity, tan

This is Life

So much fears, so much pains….

My head keep questioning those unanswered questions: What are you looking for? Are you happy this way??

Still, it seems too big to carry. I am so scared, Allah, I am.

Somehow, this is life. It is. We can’t ask everything to be smooth and understanable. We can’t have those all. I hope that everything will be allright. I hope Allah will give me those strength and patience.

This is life, Tanti. This is life.

And life goes on. It goes on…