ngalorngidul, surabaya

Emak Rice Cooker

Saya mungkin sudah gak bisa masak nasi memakai kompor ya. Yaa, yang pakai panci dan dandang itu lho. Sudah lama banget gak bersentuhan sama barang-barang itu. Thanks to technology. Rice cooker adalahpenyelamat hidup saya.

Semakin ke sini saya semakin tergantung sama rice cooker. Bukan cuma nasi, sayur pun saya masak di rice cooker. Induk semang saya tidak mengijinkan penggunaan tabung gas kecil di kos. Takut meledak katanya. Lah, saya merasa membeli tabung gas 12 kg kok gak worth it klo penggunaannya hanya untuk memasak makanan Sophie. Akhirnya saya mengakrabkan diri dengan rice cooker, lagi.

Aneka sop, OK. kukus-kukus, bisa juga. Yang masih pengen saya coba adalah tumis-tumis. Tapi dari kemaren kok cari unsalted butter belom nemu juga. Haiiiisssh, nulis apa to saya ini. Seharusnya ngerjain tugas kok malah ngoceh gak tentu arah bgini.

Advertisements
sehat, sophiesibatita, surabaya, tan

Sophie Sophie Sophie

 On her 6th day of GTM. Alhamdulillah tadi Bu Atik berhasil menyuapkan sedikit nasi tim belut. Semoga berlanjut.

On her 5th day of on off fever due to teething (combo, two teeth in only 4 day interval) and common cold. Demam karena gigi pertama masih kok disusul gigi kedua. Hadeeeh…..

On her 5th day of mild dhiarrhea. Masih bingung karena intoleransi UHT, pembuangan ingus lewat bawah atau efek bawaan teething? Alhamdulillah minum air putihnya jagoan. Thanks to straw. Mama love you. *Smooch*

Masih juga mewek di TPA. Mama mulai celingukan cari alternatif, walopun sepertinya gak mungkin. Oh, me and my ego.

Mama? On her hectic campus life as well. Having Statistic examination and Research Philosophy presentation on Thursday. Oh, also presenting a temporary research proposal in Research Method class by next week. Sementara, ini badan mulai demam gak karuan, tenggorokan sakit dan pundak pegal to the max.

I said that the more I talk about it, the less I do control. Tetep saja mengeluh ya. Hahahah

babysophie, breastfeeding, sehat, surabaya

Random Pagi Ini: Bayi, DSTHT dan ASIP

Tiba-tiba merindukan Sophie versi bayi. Yang gak minta tetah jam 3 pagi. Yang gak pernah melepeh makanan dan mingkem rapat-rapat ketika melihat sendok. Yang baru bisa menangis sambil berbaring saja, belum sambil nungging-nungging dan menggebrak-gebrakkan kakinya.

Cukup mengeluhnya.

Kemarin saya mendapati Sophie lagi bermain di pintu belakang saat saya menjemputnya. It means, dia sudah berani keluar dari kamar bayinya. Sudah mulai berani explore. Alhamdulillah, senang sekali melihatnya seperti itu. Ya Allah, semoga ini awal baginya untuk mendapatkan kenyamanan di TPA.

Hasil pemeriksaan kesehatan Sophie kemarin adalah rekomendasi untuk menemui DSTHT. Jadi beberapa hari terakhir ini Sophie sering memegang-megang telinganya. Kadang ditarik, kadang jarinya iseng ngurek-urek lubang telinganya. Ternyata pas pemeriksaan kesehatan kmaren, DSA menemukan banyak kotoran di telinga Sophie.Maka dirujuklah Sophie ke DSTHT. PR ini, mencari DSTHT yang ramah sama bayi. Kenapa tidak ke RS Dr. Sutomo saja? Ah, big no no lah. Ngantrinya gak kuku pasti. Mama dan Sophie bisa senewen bersama klo harus ngantri lama.

Trus, Yang Ti Sri kmaren menyampaikan klo Sophie kurang susunya. Selama ini Sophie memang cuma Mama bekali 200 mL ASIP, melanjutkan di Sinar Mentari dulu. Ternyata jumlah segitu kurang. Bu Atik, pengasuh Sophie yang sekarang telaten banget menyendoki susu Sophie. Ternyata, beliau terampil memberikan susu dengan sendok karena ketiga putra beliau dulu ya ceritanya sama seperti Sophie, gak mau minum susu pakai botol semua. Di satu sisi saya senang, akhirnya konsumsi susu Sophie naik juga.  Tapi di sisi lain saya pusing juga. ASIP saya seret. Perubahan media simpan dari kulkas 2 pintu jadi kulkas 1 pintu, stok ASIP yang mencair selama pindahan, dropnya produksi ASI saya dan buruknya manajemen membuat stok ASIP saya tipis saat ini. Tadi pagi freezer saya hanya dihuni oleh 7 botol ASIP. Ya Allah, semoga saya bisa mengejar stok dan Sophie langsung cocok sama UHT nantinya. Seminggu lagi. Ayoo bertahan dan terus berjuang, Mamaaaaa.

babysophie, surabaya, ume

Welcome, Surabaya

Gadis kecilku,

Ada apa dengan dirimu? Kenapa gak nyaman di TPA? Kenapa nangis melulu? Dimanakah senyum ceriamu? Dimanakah wajah penasaranmu yang lucu itu? Mama ikut menangis melihatmu menangis seperti itu. It looks like I made a bad decision for you. And it really breaks my heart.

Suamiku sayang,

Semoga dirimu selalu sabar mendengarkan keluhanku. Maaf, sepertinya di sini musim mengeluh lebih kenceng dari musim hujannya. Semangat yang sedari awal sudah terkumpul ternyata tidak cukup kuat untuk membuat adaptasi ini menjadi mudah. Manajeman yang parah. Manajemen waktu, semua tanggungan yang harus Mama kerjakan sepertinya tidak bisa selesai dalam 24/7. Call me spoil or something, tapi Mama sepertinya tergantung pada Mbak Nur selama ini. Gak kebayang klo bebersih rumah *yang sekarang cuma seuprit*, masak buat Sophie dan mencuci popok Sophie sambil beraktivitas di kampus dan mengasuh Sophie setelahnya secapek ini rasanya. Belum 2 minggu, badan Mama sudah protes. Capek to the max. Badan yang mulai renta inipun mulai demam dan pegel gak karuan. Terus semua rasa frustasi atas kondisi Sophie serta manajemen waktu yang berantakan tadi sukses membuat stok ASIP menipis. Dalam seminggu defisit 6 botol! Minta doanya Pa, semoga Sophie nanti mudah menerima UHT, in case Mama tak mampu memperbaiki manajemen ASI dan ASIP Mama mencapai kondisi BEP or ever worse, defisit.