babysophie, sophiesibatita, writingcontest

Sophie’s Smiling Day with Metal Mom

Halo Tante Anti,

Namaku Illiyina Sophia Hamad, tapi aku biasanya cukup dipanggil dengan nama Sophie saja. Foto ini diambil oleh Papa Alwani Hamad, waktu aku baru berusia 6 bulan lebih sedikit. Lihat saja tuh slaberku, aku lagi makan pisang disuapi Mama  Dwi Hartanti Hamad. Walaupun di foto ini aku gak keliatan lagi pakai popok, aku minta Mamaku ikut review cloth diaper saja. Bener deh Tante, aku ini lagi pake Metal Mom. Papaku gak setuju aku difoto topless pake popok saja. Katanya aurat anak kok diumbar-umbar. Semoga ini gak menyalahi ketentuan ya Tante.

OK, foto ini judulnya Sophie’s Smiling Day with Metal Mom.

Here is the review. Sesuai format dari Tante, aku sebutin lagi deh namaku. Aku Sophie, sekarang umurku 1tahun11hari. Aku minumnya ASI, dan sekarang lagi kenalan sama UHT. Aku sih pakai beberapa merk popok, tapi kali ini aku mau cerita tentang Metal Mom saja ya, kebetulan dulu Mamaku belinya di Tante.

Selain nenen Mama, aku suka sekali minum air putih. Jadi, pipisku juga banyak. Mama sekarang tidak pernah membedakan pemakaian popok untuk siang atau malam. Tapi, Mama pakai patokan jam. Ada kategori  3 jam dan 5 jam. Nah, Metal Mom dengan insert bamboo ini masuk kategori 5 jam, klo insertnya didobel Mama baru menggantinya setelah 8 jam.

Bicara kelebihan Metal Mom, kata Mama warnanya cantik. Mamaku pecinta orange, katanya warna Metal Mom orange itu shade orange-nya paling pas deh. Terus, slim. Kata Papa enak dilihat klo aku padukan sama dress atau daster. Terlihat rapi dan tidak bulky. Trus, enaak banget di kulitku. Itu lho, inner bamboonya juara banget. Stay dry, sehingga kulit bokongku aman dari yang namanya ruam. Nah, karena inner bamboo juga nih, kalau dicuci cepet banget kering. Apalagi kami sekarang tinggal di Surabaya yang kata Mama panasnya kayak di emperan neraka, 2 jam juga sudah siap dipakai lagi.

Tapi, gak ada hal yang sempurna di dunia ini ya Tante. Dari sekian merk popok yang pernah aku pakai, Metal Mom ini yang paling mudah bocor samping.Entah cuttingnya yang gak pas di pahaku atau kerutannya yang terlalu longgar atau entah karena apa. Mana aku kan sekarang sudah makan macem-macem, pipisku kau udah aduhai baunya. Makanya Mama disiplin, klo 5 jam ya harus ganti (siang) atau 8 jam kalau malam. Dari pada kasur dan bajuku ikutan pesing, kata Mama.

OK, begitu review-ku tentang pemakaian Metal Mom. Salam buat Kakak Hafidh dan Adik Dhifa ya….

PS: Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Photo Contest, lagi-lagi, di Toko Bunda Hafidh. Semoga kami menang lagi ya, saya pengeeeen dapat wet bag nya, buat wadah popok kotor Sophie selam di TPA. Tolong kalau waktunya sudah datang, teman-teman berkenan memberikan jempol buat Sophie ya 🙂

Advertisements
babysophie, writingcontest

Cerita Diaper Sophie

Sebagai anak TPA sejak umur 2 bulan, popok Sophie merupakan salah satu isu yang cukup penting bagi saya. Popok yang nyaman dan tidak bocor, -sehingga memudahkan pengasuhnya- adalah sesuatu yang saya cari. Awalnya saya menggunakan celana plastik (merk Lus** Bun**) untuk menahan kebocoran pipis. Tidak nyaman, tentu saja. Bayangkan saja, celana pop, penyerap ompol, baru celana plastik di bagian luarnya. Tapi ya bagaimana lagi. Saya sudah mendengar tentang cloth diaper saat itu, yang semuanya masih produk impor dengan harga yang terlalu mahal untuk ukuran kantong saya. Itulah kenapa saya memilih celana plastik. Anti bocor dan murah, walaupun kurang nyaman dan harus selalu ganti celana dan penyerap ompol setiap kali pipis.

Kemudian, saya mendengar ada clodi produksi lokal. Setelah baca review sana-sini, saya memutuskan untuk mencoba 2 merk, Zigie Zag dan Enphilia, dua-duanya adalah one size pocket diaper. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada si ZZ ini. Motifnya lucu-lucu! Tapi, kecintaan saya mulai berkurang setelah saya memakaikannya pada Sophie. Saya mencoba baby terry sebagai bahan insertnya. Hasilnya, bocor setelah pipis pertama. Aaah, apa bedanya dengan celana pop dan celana plastiknya kalau begitu? Mutung, saya bereksperimen dengan mengalihfungsikan pocket ZZ menjadi diaper cover. Saya menggunakan alas ompol (merk Rena**) diatasnya. Voila, saya puas dengan performa ZZ dengan metode ini, dan masih menggunakannya sampai sekarang. Sebagai catatan, cutting ZZ ini kecil, jadi pas untuk Sophie yang setelah 6 bulan semakin langsing saja. Jadi Mom, klo bayi anda ndut atau berpaha besar, sebaiknya memilih merk lain.

Kalau Enphilia, saya berani bilang pocket diaper ini worth it for the money. Clodi paling murah yang pernah saya tahu, tapi kualitasnya bagus banget. Performanya mengikuti insertnya. Kalau baby terry ya paling 2 kali pipis (2-3 jam) tembus. Microfiber terry lebih lama (4-5 jam). Paling OK ya dikombinasikan sama insert bamboo. Rangkap 2 insert bisa tahan semalaman! Cuttingnya juga besar, jadi bisa digunakan sampai bayi kita 2 tahun, juga untuk bayi-bayi montok berpaha besar tentunya. Kelemahan dari Enphilia ada di warnanya. Hanya tersedia warna polos, sama sekali tidak memenuhi selera centil saya. Berita bagusnya, mereka punya edisi spesial seperti schocking tosca dan green neon yang lumayan lah. Kekurangan lain dari Enphilia ini adalah lamaaaa keringnya. Dalam cuaca Purwokerto yang mendung hujan melulu seperti saat ini, 3 hari baru kering. Pengeringan dengan mesin cuci mungkin bisa dipertimbangkan, mengingat Enphilia tidak memiliki lapisan PUL pada outternya.

Ya, begitulah review saya tentang ZZ dan Enphilia. Spesial ditulis untuk Anti, juragan Tokobundahafidh yang sedang menggelar kontes menulis revien diaper