Uncategorized

The Future

Saya terbangun saat hujan turun dengan derasnya, berselimut hangat dan ada fluffy earmuff di telinga saya. Suami sedang keluar kota. Sophie yang melakukan semuanya.

Suami setengah bangun setengah tidur. Sophie sudah bangun dan berada di ujung kasur yang lain. Suami batuk-batuk. Sophie kemudian berguling ke arah suami, menepuk-nepuk dada suami untuk menenangkan batuknya.

And so i know that Sophie will be fine in the future. She will be fine. Banyak doa dan cinta untuknya.

Uncategorized

Ratu Amazon

Kadang kala, ketika sedang tidak mau kompromi dengan suami, saat merepet saya menggunakan term Kanjeng Ratu Amazon untuk menyebut diri saya. Setengah serius, setengah bercanda. Ratu Amazon? Serius? Ya, siapa, sih, yang tidak tunduk sama Ratu Amazon? Bercanda? Yakali 2014 masih bawa-bawa Ratu Amazon segala!

Saya tidak pernah memikirkan hal ini, terucapkan begitu saja tanpa saya proses. Namanya juga setengah serius setengah bercanda. Saya lupa ada Sophie yang merekam setiap kata dan tindakan saya. Bukan hanya merekam, tapi juga memrosesnya.

Saya, ibunya, adalah Ratu Amazon. Dengan demikian dia adalah Putri Amazon.

Matik.

“Kenapa, sih, Mama jadi Ratu Amazon?” Saya kesulitan menjawab pertanyaan Sophie ini. Yakali Ratu Amazon! Ck. Lain kali saya harus mikir sekian kali sebelum menggunakan term aneh-aneh yang hanya akan menyulitkan saya di kemudian hari.

“Ya karena Mama ingin seperti Ratu Amazon yang jagoan, kuat dan pemberani”, jawab saya seadanya dan melanjutkan jawabannya dalam hati saja, “Since I have my own kingdom, rule it by my self and independent from any man, termasuk papamu” 😀

“Kalau aku sebagai Putri Amazon?”

“Ya sama, mama berdoa semoga Sophie jadi anak yang hebat, kuat dan pemberani”

Jangan tanya sekuat apa usaha saya untuk tidak ngikik saat itu.

Ternyata, Sophie beneran menghayati hal Putri Amazon ini. Belakangan ini Sophie lagi kurang happy selama di sekolah, berangkat dengan wajah murung dan sering menangis karena hal-hal sepele. Setiap pagi kami menyemangatinya, agar senang sekolahnya, bermain gembira, yang ceria, dan kurangi tangisnya. Kemarin pagi, saya hampir terjengkang mendengar respon Sophie,

“Iya, Ma. Aku, kan, Putri Amazon yang kuat dan berani, tidak banyak-banyak nangisnya”

Lah 😀

Uncategorized

Spongebob dan Tempe

“Mama, apa benar di laut ada Spongebob beneran?”

“Ada, namanya marine sponge. Terus sponge beneran menempel di dasar laut, tidak punya kaki untuk berjalan-jalan kemana-mana sperti dalam cerita”

“Apa sponge beneran gepeng seperti tempe?”

Asli, pengen ngakak rasanya.Seumur-umur baru kali ini saya mendengar ada yang menyamakan Spongebob dengan tempe. Lalu kami berdua melihat-lihat gambar sponge di HP saya. Sophie menyukai sponge hijau berbentuk tabung, juga sponge merah yang hampir sebulat bola.

“Tuh, aku benar, kan, Ma. Sponge itu tidak seperti tempe”

Sampai sekarang saya belum tahu dengan siapa Sophie berdebat tentang bentuk sponge itu sebelumnya. Bagaimana saya tahu kalau pertanyaan Sophie itu hanya dalam rangka mencari pembenaran atas pendapatnya? Ya dari kalimat -tuh, aku benar, kan- itu 😀

Uncategorized

Demam Frozen

Frozen

Saya tidak pernah menyangka bahwa demam Frozen melanda sedemikian lama di rumahliliput. Menginfeksi Sophie, tepatnya. Heboh di toko buku setiap kali melihat movie story book Frozen (dan buku mewarnai, buku belajar membaca, semua buku bertema Frozen, singkatnya), checked. Karaokean mengikuti Idina Menzel di HP suami, checked. Menggambar keping salju, dan manusia salju, checked. Bercita-cita piknik di tempat bersalju, checked.

Minggu lalu, saya menemukan gambar ini di antara tumpukan kertas gambar Sophie. Saya mengenali gaya rambaut kedua karakter dalam gambar Sophie tersebut.  For the first time in forever, Sophie mencoba menggambar Elsa dan Anna.  Kata Sophie, cerita untuk gambarnya adalah seperti ini,

“Elsa sedang di Gunung Utara. Anna menyusul Elsa. Arendelle terjebak dalam salju”