Uncategorized

Selamat Datang, Saya :)

Akhirnya, setelah hampir 2 tahun membuat account di wordpress saya mampir kembali ke sini. Dengan perjuangan tentunya. Saya sudah tidak ingat lagi password saya dulu, jadinya yaaa minta bantuan untuk me-reset password tentunya. Saya ingin kunjungan ke wordpress ini menjadi permanen, dalam artian ini akan menjadi blog yang rutin saya kelola. Dengan kata lain, meninggalkan blog saya di multiply, yang sudah saya telantarkan belakangan ini, dan di blogdrive yang lebih dulu saya sia-siakan 🙂

Berpengalaman dengan 2 blog yang terlantar membuat saya bertanya pada diri saya sendiri, mampukah saya mengelola blog ini dengan baik nantinya. Pertanyaan yang sulit untuk saya jawab. Mana saya tahu. Seperti kata Pooh pada Christopher Robin ketika ditanya apakah menggunakan balon untuk mengambil madu di pohon adalah pilihan yang baik, maka saya akan berkata, “We’ll see

Terus kenapa saya pindah, saya juga tidak tahu. Tiba-tiba saja saya pengen ganti blog sore tadi. Saya menginginkan nama yang cute untuk blog baru saya, tapi ternyata nama itu sudah digunakan orang lain. Terus saya ingat punya account di wordpress, lalu saya mengutak-atik mainan baru ini dan here I am, lagi ketik-ketik entry pertama saya.

Ya, selamat datang saya di blog yang baru ini. Semoga jadi penghuni blog yang baik ya.

PS: Saya pinjam omongan Pooh karena hari-hari ini saya lagi mabok Winnie the Pooh. Sophie lagi sukaaa banget sama Pooh dan kawan-kawannya 🙂

Advertisements
sophiesibatita

Just Like Me

Papa sering sekali berkomentar kalau Sophie itu mirip banget sama saya. Kalo saya wadul Sophie begini Sophie begitu, seringnya Papa menimpali, “Kaya Mama, persis”

Nah, habit Sophie yang sekarang membuat saya ketar-ketir setiap pagi adalah tidurnya yang nyebelin. Sophie sekarang mulai tidur jam 9-10 malam. Sebelumnya, dia sibuk nonton film favoritnya, sambil jumpalitan di kasur *dooh,belajar dari mana sih salto-salto bgitu Nak*, mengoleskan minyak telon dan menaburkan bedak di perut saya. Bangun paling cepat jam 7. Nah, ini yang membuat senewen. Saya harus sudah di kampus jam 8. Jadi ya dalam 60 menit itu saya harus memandikan dan menyiapkan plus mengantarkannya ke TPA. In rush!

Saya sudah berusaha untuk membuat Sophie tidur lebih awal. Mematikan lampu, memasang lagu yang meninabobokkan nadanya, ngeloni, tapi tetep saja tidurnya malam. Dia lebih suka bermain-main, baru menyerah setelah benar-benar ngantuk. Pernah lho, Sophie tertidur pas lagi duduk di depan laptop nonton Winnie the Pooh!

Ternyata yaaa, kelakuan saya yang suka menunda-nunda tidur karena lagi seru melakukan sesuatu terus gak bisa melek keesokan harinya itu menyebalkan buat orang lain ya! Maaf, Papa….

bercocoktanamjamur, sophiesibatita, tpa

Bulan Kedelapanbelas Sophie

Sudah satu setengah tahun saja ya ternyata. Time fly fast. Tahu-tahu anak saya sudah besar.

Siang tadi kami nonton video kegiatan PAUD/TPA Sinar Mentari tahun kemarin. Melihat beberapa scene Sophie yang masih ndut. Sophie si bulettt yang sekarang jadi si kuruss. Eh, berat badan Sophie ya? yaaa, tergantung dari timbangan mana yang digunakan. Antara 8,2-8,6 kg saja. I am not a big fan of fatty toddler. Jadinya saya gak panik melihat perkembangan BB Sophie yang sepertinya stuck di angka 8 ini sejak 11 bulan yang lalu. Khawatir ada sih, tapi saya melihat Sophie sehat, pola makannya tidak terlalu buruk. Berpikir positif saja energinya dikerahkan untuk meniru kelinci yang lari kesana-kemari saja.

Sophie is being in love with Piglet. Suka ketawa geli setiap kali melihat Piglet. Betaaah banget klo lagi nonton Winnie the Pooh. Dua minggu terakhir ini Sophie memang jadi penikmat DVD banget. Lha bagaimana tidak akrab sama DVD, lha wong selama 2 minggu gak masuk TPA. Di rumah melulu, akhirnya ya DVD lagi DVD lagi.

Dua minggu yang lalu TPA Sophie diliburkan selama seminggu karena ada kasus varicella. Eh, dasar rejekinya Sophie buat di rumah ya, minggu depannya pas mulai masuk Sophie malah sakit mata. Ya jelas ditolak masuk sama pengelola TPAnya ya. Gak tanggung-tanggung, harus sampai sembuh baru boleh masuk. Yang ada ya saya panik menghadapi kondisi darurat tersebut. Awal Maret kemarin saya mulai masuk lab, yang waktunya gak bisa dinego dan setiap perubahan akan berefek untuk jangka panjang. Tapi yah, apa mau dikata. Saya harus merelakan beberapa jamur saya kadaluarsa, menunda penanaman jamur baru, wis lah, pokoke mundur semua. Buat Sophie, gak apa-apa 🙂 Untungnya ada Papa yang hebat banget bisa menyempatkan diri momong Sophie diantara semua pekerjaannya, bolak-balik Jakarta-Purwokerto-Surabaya. Love you Papa :*

Tumbuh sehat dan ceria Sayang yaaaaaa